Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Hilangkan Kotak Kosong, Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat Asep Wahyuwijaya Berharap Parpol Usung Calonnya Sendiri di Pilkada Bogor

Reka Faturachman • Selasa, 20 Agustus 2024 | 21:55 WIB
Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat/ Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029, Asep Wahyuwijaya
Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat/ Anggota DPR RI terpilih periode 2024-2029, Asep Wahyuwijaya

RADAR BOGOR - Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya merasa sangat senang dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK), khususnya terkait Pilkada Bogor.

Menurut Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya, putusan MK hal itu benar-benar memberikan pengetahuan baru soal prinsip demokrasi yang sesungguhnya, ke masyarakat, termasuk Bogor.

"Itu hal yang harus dipahami dulu secara substantif mengapa NasDem dan Golkar bersikukuh mendorong Kang Jaro Ade untuk melawan kotak kosong itu di Bogor," kata Wakil Ketua DPW Partai NasDem Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya.

Ibaratnya, lanjut Kang AW, sapaannya, NasDem dan Golkar itu semangatnya mengambil posisi yang pro-demokrasi melawan para politisi yang anti demokrasi.

Lebih jau, ia menjelaskan, kontestasi dalam dunia demokrasi itu adalah pertarungan ide, adu gagasan dan pikiran. Wacana kotak kosong yang selama ini mencuat justru menenggelamkan makna tersebut.

"Kotak kosong itu kan benda mati. Pikiran manusia dengan hewan yang masih makhluk hidup saja tidak mungkin dipertarungkan. Ini malah ada politisi yang mau mendorong terjadinya pertarungan orang melawan kotak kosong," terangnya.

"Bayangkannya begini saja deh, jika kita ngobrol dengan tembok atau kaleng kurupuk, pasti kita disangka gila kan? Nah, sekarang elit politik malah mendorong warganya ngobrol dengan kotak kosong, siapa yang sakit coba?" sambungnya lagi.

Oleh karena itu, wacana kotak kosong merupakan pikiran dan tindakan yang sangat anti demokratis.

"Masa bicaranya demokrasi terus dan bahkan ngakunya seorang demokrat tapi pikiran dan kelakuannya justru anti demokrasi. Jelas kacaunya, kan jalan pikiran itu," cecar Anggota DPR RI terplih periode 2024-2029 ini.

Dengan begitu, ia menegaskan tidak akan mundur dalam mengusung Jaro Ade sebagai calon bupati Bogor dalam Pilkada 2024. Hal tu sekaligus sebagai bentuk perlawanan terhadap para politisi yang anti demokrasi.

Tentu saja, hal itu juga sejalan dengan keluarnya putusan MK yang memberikan justifikasi atau pembenaran atas apa disampaikannya.

Kang AW semakin percaya diri peluang munculnya kotak kosong di Kabupaten Bogor semakin kecil.

Ia memperkirakan, ada 7 partai yang secara mandiri bisa mengusung pasangannya sendiri. Mulai dari Gerindra, Golkar, PKS, PPP, PDIP, PKB, dan Demokrat. Karena raihan suara sahnya sudah di atas yang dipersyaratkan oleh putusan MK itu.

"Saya tentu berharap parpol-parpol itu mau usung sendiri pasangan kandidatnya sendiri. Toh, aturan negara sekarang sudah memfasilitasinya. Masa mau abring-abringan terus," tekannya.

Meski begitu, NasDem belum bisa mengusung calonnya sendiri di Kabupaten Bogor. Meskipun raihan kursi NasDem di DPRD Kabupaten Bogor mencapai 7 persen, tetapi raihan suara sah hanya 5 persen dibandingkan dengan DPT di Kabupaten Bogor.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#pilkada bogor #Asep Wahyuwijaya #partai nasdem