RADAR BOGOR - Dengan PKPU yang baru nomor 10 tahun 2024 yang mengakomodir semua putusan Mahkamah Konstitusi (MK), maka peluang partai politik untuk mengusung pasangan calon semakin besar.
Terbukti, sejumlah nama akan ikut dalam kontestasi Pilkada di Kota Bogor diantaranya muncul Dedie A Rachim dan Jenal Mutaqin yang merupakan koalisi Partai Gerindra, PAN dan Demokrat.
Ada pula Atang Trisnanto dan Annida Allivia yang diusung PKS namun kini beredar juga spanduk Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor bergambar Atang bersama Hilman Fauzi.
Ada pula pasangan Sendi Fardiansyah dan Melli Darsa yang diusung Partai Nasdem dan Golkar.
Kemudian, beredar kabar pula Rena da Frina dan Teddy dari PDI Perjuangan. Termasuk, dokter Rayendra yang dikabarkan diusung PKB dan PPP.
Founder Vinus Indonesia, Yusfitriadi mengungkapkan, sementara dinamika politik di Kota Bogor masih dipenuhi kondisi ketidakjelasan.
Banyak nama yang muncul dan memiliki elektabilitas tinggi, namun sampai saat ini baru satu nama yang sudah jelas mendapatkan rekomendasi sebagai pasangan calon, yakni Dedie A Rachim dengan Jenal Mutaqin.
Sedangkan, Atang Trisnanto dan Sendi Fardiansyah baru mendapatkan rekomendasi dirinya sendiri belum berpasangan.
"Harapannya, PKPU ini dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh partai politik," kata dia kepada Radar Bogor.
Sebab, di kabupaten Bogor cukup hanya dengan perolehan suara sah sebanyak 6,5 persen.
Dengan presentasi yang sangat rendah itu, di Kabupaten Bogor ada 7 partai yang bisa mencalonkan yaitu Gerindra, Golkar, PKS, PDI Perjuangan, Demokrat, PKB dan PPP.
Tak hanya itu, ditambah peroleh partai non kursi DPRD.
Walaupun demikian, nampaknya sebagian besar partai politik di Kabupaten Bogor bukan alasan ambang batas yang menjadi persoalan untuk bisa mengusung pasangan calon, tapi lebih kepada ketidakberanian dan tekanan oligarki kekuasaan.
Hal itu bisa dibuktikan indikasi Pilkada di Kabupaten Bogor hanya akan diikuti oleh dua pasangan calon.
"Yang sudah pasti mendapatkan rekomendasi adalah Jaro Ade (Ade Ruhandi) berpasangan dengan Musyafaur Rahman yang direkomendasikan oleh PDI Perjuangan," kata dia.
Di kekuatan yang lain, Rudy Susmanto, walaupun sampai saat ini belum ada partai yang sudah secara kongkrit merekomendasikan.
"Dengan kekuatan oligarki, kemungkinan KIM Plus akan dikondisikan untuk mengusung Rudy Susmanto kemungkinan wakilnya Agus Salim dari PKS. Sehingga kemungkinan besar Pilkada Kabupaten Bogor akan head to head dengan dua pasangan calon. Walaupun kepastianya baru akan dibuktikan dengan pendaftaran di KPU Kabupaten Bogor pada tanggal 27-29 Agustus," pungkasnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim