RADAR BOGOR - Nahdiyin atau sebutan bagi pengikut dan anggota Nahdlatul Ulama (NU) Kota Bogor terasa hangat bersama Dokter Rayendra dan Eka Maulana.
Sejumlah acara NU di Kota Bogor kerap selalu menghadirkan Dokter Rayendra atau Eka Maulana.
Ketua PCNU Kota Bogor Edi Nurokhman selalu tampak menghadiri kegiatan Dokter Rayendra.
Begitu juga ketika NU Kota Bogor membuat acara, baik Dokter Rayendra dan Eka Maulana selalu bergantian menghadiri.
Lengketnya nahdiyin Kota Bogor dan Dokter Rayendra-Eka Maulana tampak menegaskan dukungan agar pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor ini menang dalam pemilihan November nanti.
Dokter Rayendra juga selalu mendapat sorotan tokoh agama, baik lokal maupun nasional. Mereka berani terbuka seolah menegaskan dukungannya.
KH Mustofa Abdullah bin Nuh atau akrab yang dipanggil Abah Toto atau Kyai Toto sering bertemu dengan Dokter Rayendra pada Rabu (19/6/2024).
"Siapapun yang berniat baik untuk memimpin kota Bogor pasti akan diberkahi dan diridhoi oleh Allah SWT. Karena kota Bogor ini luar biasa bagi saya," ujar Abah Toto.
"Mudah mudahan memberikan keberkahaan sendiri bagi beliau (Dokter Rayendra,red) dan kita berharap sewaktu-waktu Kota Bogor ini mendapat pemimpin yang terbaik di mata Allah SWT,".
Kiai Kharismatik Kota Bogor itu menyatakan kekagumannya pada Dokter Rayendra sebagai sosok profesional yang menjunjung nilai-nilai agama dan toleransi kuat.
Sedangkan Ketua PCNU Kota Bogor, Edi Nurokhman, mengatakan jika Dokter Rayendra selalu punya atensi besar pada NU.
‘’Tanpa kami colek tanpa kami undang tanpa kami minta beliau penuh dengan kesadaran sendiri ketika NU ada acara beliau support," kata Edy.
Pernyataan bernada dukungan juga datang dari KH Muhyiddin Junaidi.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) melihat pasangan Dokter Rayendra-Eka Maulana sebagai pasangan yang penuh penuh keikhlasan dan kejujuran.
"Ya mudah-mudahan kedepan dengan niat ikhlas berkhidmat berikan pelayanan kepada masyarakat, niat beliau akan dipermudah oleh allah swt. Insya allah kita mendukung sepenuhnya. Dukungan itu tidak ada iming iming materi, keutamaan visi dan misi," kata KH Muhyidin.
Kemudian pernyataan juga datang dari H.Muhammad Taufiq Daud, Komisi Fatwa MUI yang juga Anggota Pengurus Pusat Muhammadiyah
"[Dibanding calon lain] Biasanya sosok profesional lebih profesional dalam memanage apa pun. Tidak ada track record sejarah politik yang biasanya kita pahami 'tidak ada yang abadi dalam politik kecuali kepentingan'.
‘’Ada adagium bahwa 'politik itu kotor'. Kita berharap dengan adanya sosok profesional seperti beliau inilah kita harapkan independen, tidak ada intervensi dari mana pun. Tidak ada keterikatan dengan pihak ketiga, karena beliau sosok yang independen,” tegasnya. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim