Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan Unggul Sementara Pilgub Jawa Barat di Survei LS Vinus Bogor

Abilly Muhamad • Jumat, 13 September 2024 | 20:49 WIB

 

Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyapa warga Kota Bogor di Lapangan Luar GOR Pajajaran, Tanah Sareal pada Rabu (11/9) malam. Sofyansyah/radarbogor
Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM) menyapa warga Kota Bogor di Lapangan Luar GOR Pajajaran, Tanah Sareal pada Rabu (11/9) malam. Sofyansyah/radarbogor

RADAR BOGOR, Lembaga Studi Visi Nusantara (LS Vinus) kembali merilis hasil survei pemilihan Gubernur Jawa Barat. Pasangan Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan unggul hingga meroket dibandingkan pasangan lain.

Hasil survei LS Vinus yang dilakukan selama empat hari terhitung sejak 4 September hingga 8 September 2024 menghasilkan hasil presentase nama-nama pasangan calon.

Mulai dari Dedi Mulyadi-Erwan Setiawan 66.75%, Ahmad Syaikhu-Ilham Akbar Habibie 9.25%, Acep Adang Ruhiyat-Gitalis Dwi Natarina 5.75%, Jeje Wiradinata - Ronal Surapradia 3.00%.

Founder LS Vinus, Yusfitriadi menjelaskan, banyak yang menarik setelah dilakukan survei oleh Tim LS Vinus beberapa waktu lalu.

Mulai dari pasangan calon Dedi Mulyadi itu amat sangat melejit dibandingkan survei-survei sebelumnya.

"Itu melejit karena yang pertama saya pikir Dedi Mulyadi Gen-nya ada dua Gen Golkar dan Gerindra. Dulu dia aktivis Golkar, sekarang kemudian aktivis Gerindra," kata Yus kepada Radar Bogor, Jumat (13/9/24).

Sehingga, kata dia, Dedi Mulyadi sangat mungkin partai Golkar konstituen menyatu dengan partai Gerindra untuk memenangkan Dedi Mulyadi di Pilgub Jawa Barat.

Sedangkan disisi lain, Yun menyampaikan, pasangan calon Ilham Habibie yang sebelumnya secara personal branding itu sangat kuat menempati posisi kedua setelah Dedi Mulyadi, justru menjadi terjun bebas setelah menjadi calon wakil Gubernur dari partai PKS yaitu Ahmad Syaikhu.

"Nah ini juga bisa kita linear kan dengan perkembangan pasangan calon yang diusung oleh PKS, baik kota Bogor, kabupaten Bogor, Gubernur maupun kota Depok," jelasnya.

Karena, kata dia, ada suatu hal yang menyebabkan terjun bebasnya Ilham Habibie maupun Ahmad Syaikhu yang diusung partai PKS.

"Artinya ini kemudian saya pikir ada suatu hal yang menyebabkan terjun bebas, penyebabnya tiga hal pertama adalah isu opini yang menegasikan PKS yang terus dibangun sampe hari ini bayangkan kemudian di RI itu PKS bergabung dengan KIM itu hampir Media sosial itu mem bully PKS," paparnya.

"Datang lagi isu PKS meninggalkan Abah Anies itu juga menggerus kepercayaan konstituen PKS terhadap partainya. Itu dampak yang pada akhirnya banyak dewan pakar ditingkat pusat mundur ketika PKS menyerahkan diri bergabung dengan KIM," sambungnya.

Sebab, kata dia, ketiga faktor itu adalah sebuah fenomena yang terjadi pada Pilkada saat ini, dimana zigzag partai cukup menarik.(cr2)

Editor : Alpin.
#dedi mulyadi #LS Vinus #pilgub jawa barat