Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Tak Perlu Janji Terlalu Manis, Panelis Debat Pilkada Minta Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Siapkan Visi Misi yang Realistis

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 2 Oktober 2024 | 06:24 WIB
Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang diadakan Radar Bogor.
Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang diadakan Radar Bogor.

RADAR BOGOR - Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor yang diadakan Radar Bogor akan diselenggarakan Sabtu (5/9/2024).

Sejumlah panelis pun mulai memberikan gambaran isi debat yang akan dilontarkan kepada para Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor.

Panelis sekaligus Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna mengatakan ada sejumlah hal yang harus Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor siapkan.

Diantaranya Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor harus punya visi misi yang jelas tentang arah pembangunan Kota Bogor ke depan.

Visi misi ini harus memiliki acuan yang jelas seperti Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) kota Bogor 5 tahun ke depan.

Apalagi, ini sudah merupakan ketentuan langsung dari KPU agar visi misi selaras dengan RPJM.

Hal itu, kata dia, penting sebab jangan sampai kandidat menjanjikan sesuatu yang sebetulnya tidak ada dalam visi pembangunan yang akan dikembangkan oleh Kota Bogor lima tahun ke depan.

Yayat Supriatna menjelaskan visi misi selaras dengan RPJM itu bertujuan agar janji kampanye bisa benar-benar realistis bukan sesuatu yang sulit diwujudkan.

Tak hanya itu mereka juga ingin melihat bagaimana komitmen cawalkot dalam memimpin lima tahun.

"Jadi dari visi misi itu harus terlihat, Bogor akan jadi apa lima tahun ke depan. Itu yang ditunggu oleh warga kota Bogor karena warga kota Bogor pasti ingin melihat adanya perubahan-perubahan," jelasnya.

Perubahan menurutnya tak hanya difisik namun juga sosial ekonomi seperti kemudahan lapangan kerja, peluang usaha, investasi yang jelas.

Serta cara kongkret cawalkot menyelesaikan masalah yang dihadapi Bogor saat ini.

"Jadi janji perlu realistis dan rasional karena warga kota Bogor ini mau hal yang seperti itu. Bukan janji terlalu manis dan tidak realistis," ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga ingin melihat kolaborasi seperti apa yang akan dilakukan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor bila terpilih.

Pembangunan kota Bogor tentu tak bisa hanya mengandalkan kemampuan pemerintah namun juga stakeholder terkait seperti perguruan tinggi.

"Kami juga harap tak ada saling menjatuhkan dan membuly antar kandidat. Pilkada harus dijalankan dengan baik dan riang gembira tanpa saling musuhan," bebernya. (rp1)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#kota bogor #yayat supriatna