RADAR BOGOR - Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor Nomor Urut 3, Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin memiliki 2 startegi untuk menjamin keberlanjutan transportasi Biskita Transpakuan.
Karena seperti yang diketahui, menurut Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin, program atau skema Buy The Service (BTS) pada Biskita Transpakuan Bogor ke depan, akan terlepas dari subsidi Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Sementara Pemerintah Kota Bogor, masih menurut Didie Rachim dan Jenal Mutaqin, belum siap mengambil alih karena keterbatasan anggaran.
Dedie menyebut, jika terpilih jadi Wali Kota Bogot, dirinya akan memanfaatkan halte-halte Biskita yang telah dihibahkan ke Pemkot Bogor untuk menjadi sumber dana tambahan.
Padahal moda transportasi ini sangat disambut antusias oleh masyarakat Kota Bogor. Praktek pelaksanaan Biskita di Kota Bogor menjadi percontohan dan menjadi yang terbaik di Indonesia.
Untuk menjawab tantangan itu Dedie berencana memanfaatkan halte-halte Biskita Transpakuan yang telah dihibahkan ke Pemkot Bogor sebagai sumber dana tambahan.
"Kami akan menugaskan Perumda Transportasi Pakuan (PTP) untuk menjadikan halte-halte Biskita jadi sumber dana tamnahan bagi subsidi serta tambahan biaya operasional Biskita," jelasnya dalam Debat Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang digelar Radar Bogor, Sabtu (5/10/2024).
Ia pun berencana akan menambah koridor baru yang tidak berasal dari subsidi Pemerintah Pusat. Dedie menyebut, dirinya akan memastikan tiket Biskita akan berbanding lurus dengan biaya operasional sehingga ditanggung langsung oleh penumpang namun sembari dibantu dengan subsidi dari Pemerintah Daerah.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga