Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Catat Nih Warga Bogor, Poin Penting yang Disosialisasikan KPU Jabar Soal Pilkada

Muhamad Rifki Fauzan • Minggu, 6 Oktober 2024 | 19:45 WIB
Ketua KPU Provinsi Jabar Umi Wahyuni saat sosialisasi di Radar Bogor soal Pilkada.
Ketua KPU Provinsi Jabar Umi Wahyuni saat sosialisasi di Radar Bogor soal Pilkada.

RADAR BOGOR - Komisi Pemilihan Umum Jawa Barat (KPU Jabar) berkolaborasi dengan media Radar Bogor memberikan sosialisasi, serta pendidikan politik pada pemilih untuk Pilkada mendatang, pada Minggu (6/10/2024).

Sosialasasi dan pendidikan pemilih tersebut, sengaja diselenggarakan KPU Jabar di Bogor, guna menyongsong kesuksesan perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.

Ketua Pelaksana sosialisasi KPU Jabar di Bogor, Untung mengutarakan, salah satu kunci dari kesuksesan Pilkada 2024 itu adalah dengan bersepakat seluruh masyarakat menolak praktik money politik.

Jangan sampai, kata Untung, hanya karena uang Rp100 ribu bisa merusak semuanya, lantaran masyarakatnya salah memilih pemimpin.

“Oleh karenanya saat memilih nanti sangat diperlukan kesusasian dengan hati nurani serta kita lihat juga visi dan misinya seperti apa,” jelas Untung.

Di lokasi yang sama, Ketua KPU Provinsi Jabar Umi Wahyuni menjelaskan bahwa pihaknya, pada Pilkada 2024 ini tidak hanya menjadikan masyarakat sebagai objek sosialisasi saja.

Melainkan, kata Umi, KPU Jabar sendiri berupaya untuk menjadikan masyarakat sebagai subjek dari sosilasasi dan pendidikan pemilih itu sendiri.

“Sesuai dengan tema Pilkada Jabar, yakni sebagai inisiasi budaya demokrasi Jawa Barat,” jelas Umi.

Oleh karenanya, Umi mengatakan, dengan letak geografis Jawa Barat yang luas, pihaknya memerlukan partisipasi aktif dari seluruh stakeholder. Mulai dari masyarakat, hingga media sekalipun.

“Kita punya jumlah DPT yang tersebar di hampir 74.000 TPS, 627 Kecamtan, dan 5.957 desa dan kelurahan, ini jumlah yang besar. Dan kita tidak bisa bergerak sendiri,” ungkapnya.

Pada kegiatan sosialiasi dan pendidikan pemilih itu, juga diisi oleh dua narasumber. Mereka di antaranya Pengamat Politk Yusfitriadi, serta Direktur Radar Bogor Nihrawati.

Dalam paparan materinya, Nihrawati mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak cepat menerima informasi yang belum jelas sumber kebenarannya.

Sebab dia menilai, menjelang perhelata Pilkada 2024, pasti banyak berita-berita miring, yang akan berdampak buruk pada penyelenggaraan pemilihan nanti.

“Harus rajin membaca di sumber terpercaya, kalau kita lihat di media sosial ada banyak informasi, itu tidak perlu ditelan mentah-mentah, tapi harus disaring informasi itu,” paparnya.

Lebih lanjut, Nihrawati juga menjelaskan, bahwa masyarakat harus tahu siapa sosok para calon yang akan memimpin wilayah Jawa Barat ini.

Baik itu gubernur dan wakil gubernurnya, bupati dan wakil bupatinya, hingga wali kota dan wakil wali kotanya.

“Agar nantinya, masyarakat bisa memilih calon. Jangan karena janji uang akhirnya asal pilih pemimpin,” tegasnya.

Disisi lain, Pengamat Politik Yusfitriadi menjelaskan, setidaknya ada beberapa alasan kenapa masyarakat Indonesia harus memilih pada Pilkada 2024 mendatang.

Pertama, Kata Yusfitriadi, sebagai tanggung jawab masyarakat Indonesia yang dibentuk melalui republik.

“Kalau kita memilih artinya kita punya pemimpin dan ada tanggung jawab untuk menuntut, tapi kalau tidak memilih, maka kita tidak ada hak untuk menuntut,” jelas Yusfitriadi.

Oleh karenaya, dia mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Jawa Barat untuk datang berbondong-bondong ke TPS pada 27 November 2024 mendatang.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #kpu jabar #pilkada