RADAR BOGOR - Alfiansyah Bustami alias Komeng, anggota DPD RI memprotes penempatannya di Komite II yang menangani masalah pengelolaan sumber daya alam termasuk pertanian dan ekonomi. Ia awalnya berharap ditempatkan di Komite Seni dan Budaya.
Pernyataan ini disampaikan Komeng pada sidang paripurna ke-6 Masa Sidang I 2024 -2025, yang berlangsung pada Rabu (10/10/2024) di Kompleks Parlemen.
Sebagaimana dikutip Radar Bogor dari Video yang diunggah di kanal Youtube DPD RI, Komeng menyampaikan kebingungannya.
“Nah saya ini sebenernya komitenya ingin di seni budaya, tapi saya habis dijenggutin jadi saya masuk ke komite II yang saya tidak memahami tadi soal pertanian,” ungkapnya.
Selain kurangnya pemahaman tentang pekerjaannya, Komeng terlanjur berkampanye untuk masalah seni dan budaya di dapilnya Jawa Barat selama masa pemilihan.
Ia khawatir warga terutama emak-emak di Jawa Barat termasuk Bogor akan menganggapnya tidak amanah.
"Di dapil saya ini kebanyakan emak-emak. Tahu sendiri, mulut emak-emak ini paling sakti di dunia," kata Komeng.
Pada kesempatan tersebut, Komeng pun meminta arahan kepada pimpinan mengenai materi yang perlu dipelajarinya secara intensif agar dapat menjalankan tugas di komite dengan baik.
Hal ini sejalan dengan permintaan pimpinan DPD agar seluruh anggota komite segera menguasai materi yang berkaitan dengan tugas masing-masing.
“Tadikan pimpinan bilang harus mempelajari dengan cepat. Pimpinan bisa mengarahkan saya, saya harus belajar ke mana?,” ungkap Komeng.
Meskipun Komeng berbicara dengan nada serius, pernyataannya tetap membuat peserta rapat tertawa. Pada kesempatan itu, Rapat DPD menyetujui alat kelengkapan (Alkel) DPD untuk Tahun Sidang 2024 -2025.
Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin dan para Wakil Ketua DPD RI GKR Hemas, Yorrys Raweyai, dan Tamsil Linrung bertindak sebagai pimpinan langsung rapat pemilihan alat kelengkapan DPD RI. (***)
Penulis : Mutiara Irma Yanti/Magang-IUQI
Editor : Yosep Awaludin