RADAR BOGOR - Cawalkot Bogor Dedie Rachim mengunjungi Kampung Buni Asih di Kelurahan Cipaku, Bogor Selatan, Kota Bogor.
Cawalkot Bogor nomor urut 3 Dedie Rachim mengatakan, Kampung Buni Asih memiliki beberapa tempat unik.
Kampung Buni Asih ini, kata Cawalkot Bogor Dedie Rachim, mengembangkan bank sampah, UMKM batik, membuat berbagai kerajinan, dan memiliki kebun mini.
"Tempat ini memiliki potensi untuk pengembangan wisata baik wisata batik maupun wisata kuliner barangkali, termasuk juga wisata pertanian," ujarnya.
Menurutnya, berbagai inovasi yang dibuat oleh warga merupakan hal yang sangat bermanfaat.
Apalagi kebun mini yang berkonsep urban farming sesuai dengan karakteristik kota Bogor.
"Hasil kebun mini ini dipakai untuk kebutuhan warga dan juga untuk inovasi lain agar bisa dijual dan bernilai ekonomis," sebutnya.
Selain itu, tempat ini menurutnya sudah mulai maju dengan memiliki industri batik khas Bogor.
Industri ini dikerjakan langsung oleh warga setempat sehingga bisa menjadi sumber pendapatan.
"Ini akan dibantu dikembangkan dengan kota Bogor ke depan harus memiliki semacam pusat oleh-oleh khas kota Bogor. Jadi produk-produk UMKM seperti di sini bisa masuk ke pusat oleh-oleh tersebut," ungkapnya.
Hal itu menurutnya sudah masuk dalam visi misi dan akan diwujudkan saat dirinya terpilih nantinya. Ini diharap bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat karena memprioritaskan produk lokal.
"Saya lihat batiknya bagus karena didampingi juga oleh ahli jadi motif khas Pasundan kelihatan dan kualitasnya bagus," jelasnya.
Ia juga menilai motif-motif khas Bogor seperti motif kujang, motif rusa, tugu kujang, dan sebagainya harus terus dikembangkan. Hal ini agar bisa menambah nilai dan variasi yang bisa ditawarkan ke masyarakat.
"Jadi memang semakin banyak variasinya konsumen pun akan punya banyak pilihan ini yang perlu diperhatikan ke depan," katanya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga