RADAR BOGOR - Pasangan Calon Wali Kota Bogor nomor urut 02 Atang Trisnanto dan Annida Allivia, mengajak perguruan tinggi dan sekolah tinggi di kota hujan untuk bersatu dalam merancang digitalisasi daerah mereka.
Hal itu perlu dilakukan oleh generasi muda intelektual saat ini sebagai benteng untuk membentuk nilai ekonomi, budaya, dan layanan yang friendly.
Inisiatif ini bertujuan memberikan inspirasi dan dukungan dari level daerah terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Meutya Hafid.
Secara fisik, Kota Bogor sudah memiliki Rubo. Tinggal bagaimana dipikirkan apakah ada ikon baru juga.
“Sistem digital belum menjadi ikonik di masyarakat. Kita perlu menggunakan sistem pintar. Kita harus beradaptasi dengan digitalisasi, mengintegrasikan diri, dan membentuk identitas kuat agar bisa merasa bahagia,” kata Atang Trisnanto.
Atang menegaskan, mustahil untuk melangkah tanpa sejalan dengan program pemerintah pusat.
Kemudian, tidak mungkin berjalan tanpa selaras dengan program pemerintah pusat.
“Tidak akan Nyaman kalau data kita tidak aman,” ucapnya.
Calon Wali Kota Atang Trisnanto menyatakan bahwa di Bogor banyak pemuda yang revolusioner, inovatif, adaptif, dan kolaboratif.
Terlebih, Kota Bogor memiliki universitas dengan standar internasional seperti IPB, juga terdapat universitas swasta yang sedang berkembang.
Namun, sampai saat ini belum ada yang mendukung para intelektual muda, programmer, desainer grafis, hacker, penggiat media sosial, dan gamer untuk memanfaatkan era digital ini dalam membangun daerah dengan cara bekerjasama menciptakan karya digital yang berkesan dan dikenang selamanya.
Atang mengatakan bahwa sumpah pemuda yang sangat terkenal saat ini mengingatkan tentang para pemuda pada tahun 1928, yang telah membentuk identitas mereka sebagai pejuang dan terus didengarkan oleh bangsa ini sampai sekarang.
Mereka hanya mengenal bambu runcing, buku dengan kertas terbatas, tanpa telepon genggam, tapi sumpahnya untuk mendukung kemerdekaan Indonesia terus berlanjut.
Pelayanan digital di Kota Bogor sudah berkembang cukup banyak, baik dalam bidang kesehatan maupun perizinan.
“Namun, apakah penduduk Bogor sudah tahu betul semua layanan digital yang tersedia dan suka menggunakannya? Layanan tersebut user-friendly dan terintegrasi dengan baik serta dijamin aman? Mungkin belum,” kata Atang.
Atang berpendapat hanya generasi muda di Bogor yang dapat mengatasi masalah digitalisasi dengan antarmuka yang mudah dipahami serta menarik bagi masyarakat umum, dan dengan sistem keamanan yang kuat untuk melindungi data layanan dan informasi pribadi pengguna.
Sigapnya Presiden Prabowo membentuk Kementerian komunikasi dan Digital diharapkan dapat mengantisipasi serangan siber dalam bentuk ransomware yang pernah terjadi pada Pusat Data Nasional Sementara 2 Juni 2024 lalu.
Serangan tersebut mengakibatkan server beberapa lembaga dan kementerian, termasuk Ditjen Imigrasi, menjadi lumpuh. Pasangan Atang-Annida berencana untuk membuka kajian digital secara luas dengan universitas, komunitas, untuk menciptakan layanan digital kota yang sangat berarti.
Mereka mengusung visi Bogor Nyaman untuk semua dengan salah satu misinya, Bogor Nyaman Pelayanannya.
Bogor Smart System yang menjadi salah satu program unggulan paslon Cawalkot kolaborasi generasi X dan Z ini salah satunya menginginkan ada sistem pelayanan digital yang menjadi andalan warga, untuk mengembangkan perekonomian, pariwisata, perizinan, kesehatan melalui super aplikasi atau super app.(***)
Editor : Dede Supriadi