RADAR BOGOR—Sejumlah pedagang kuliner kaki lima menceritakan kisah pahit tentang pekerjaan mereka di Kota Bogor.
Salah satunya adalah Lili, pedagang kue cubit jalanan. "Saya sudah 12 tahun dagang. Dan sekarang dagang lagi sulit," kata Lili, yang telah bekerja selama dua belas tahun.
Lili juga berbicara tentang penggusuran, yang sering membuatnya marah, terutama jika penggusuran tidak dibarengi dengan fasilitas yang cukup untuk pedagang.
"Saya tidak setuju jika pedagang itu hanya digusur-gusurin. Kita orang kecil yang pas-pasan, jadi takut juga," katanya.
"Mudah-mudahan Pak Dokter dapat menyediakan fasilitas bagi pedagang kaki lima yang menjual barang. Saya seorang tukang kue cubit dan saya mendukung Dokter Rayendra," katanya.
Tidak tanpa alasan dia mendukung satu-satunya duet profesional di Pilwalkot Bogor pada tahun 2024.
Ia percaya bahwa Rayendra-Eka, dengan pengalaman murni sebagai pengusaha sukses, mampu memberikan perhatian lebih besar kepada usaha kecil dan menengah (UMKM).
Saat diskusi Ngariung Sehat di Kelurahan Pamoyanan, penjaja bakso cilok Udin menyatakan hal yang sama.
Dia menyatakan dukungannya kepada Dokter Rayendra dan berharap Eka Maulana dapat memimpin Bogor.
"Saya pedagang baslok, saya dukung Dokter Rayendra untuk Bogor yang lebih baik." "Coblos nomor lima!" teriak dia. (***)
Editor : Yosep Awaludin