Komisioner KPU Kota Bogor, Darma Djufri mengatakan, sosialisasi ini untuk meningkatkan partisipasi pemilih.
Ada sebanyak 125 peserta yang merupakan pimpinan umat lintas agama.
"Kami telah menyampaikan informasi terkait Pilkada serentak baik pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor," katanya.
Dia berharap sosialisasi ini membuat FKUB bisa membantu mensosialisasikan Pilkada 27 November ke masyarakat.
Partisipasi masyarakat diharapkan bisa meningkatkan dengan ajakan dari pimpinan agama masing-masing.
"Harapan kami kepada FKUB Kota Bogor dapat membantu menyampaikan dan mensosialisasikan terkait Pilkada serentak di Hari Rabu 27 November 2024," ujarnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Hasbulloh mengapresiasi kegiatan sosialisasi Pilkada ini.
Sebab, tokoh dan pimpinan agama memiliki peran kunci dalam meningkatkan partisipasi publik untuk mencoblos.
"Kami disampaikan beberapa materi terkait pemilu, peserta, teknis sosialisasi, tahapan, dan sebagainya," sebutnya.
Dia pun berharap agar para tokoh dan pemimpin agama bisa mengantisipasi potensi konflik dalam Pilkada serentak ini.
Terutama, saat ini peserta Pilwakot ada lima orang sehingga risiko konflik menjadi sangat besar.
"Kami imbau kepada seluruh tokoh agama di Kota Bogor untuk mensosialisasikan Pilkada 27 November nanti. Kemudian mengayomi masyarakat agar menyikapi perbedaan pilihan dengan tetap menjaga kerukunan dan kedamaian di Kota Bogor," jelasnya. (rp1)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim