RADAR BOGOR - Gagasan soal wisata pekarangan yang dicanangkan oleh Calon Wali Kota Bogor Atang Trisnanto menuai pujian dari berbagai pihak.
Salah satunya, Guru Besar Universitas Nusa Bangsa, Prof. Dr. Luluk Setyaningsih. Sebagai orang yang ahli dalam bidang Silvikultur Tropika, ia menilai gagasan Atang Trisnanto itu cocok direalisasikan di Kota Bogor.
“Dengan berbagai permasalahan wilayah urban. Gagasan Atang Trisnanto - Annida untuk peduli terhadap lingkungan, juga wisata pekarangan, nampaknya menjadi gagasan yang menyesuaikan dengan karakter istimewa Kota Bogor,” kata Prof Luluk.
Ia juga menilai pentingnya Atang Trisnanto jika terpilih menjadi Wali Kota Bogor untuk segera bergegas merevitalisasi kawasan hijau di seluruh penjuru kota.
Hal itu dilakukan agar bisa menjadi pembaruan dan pelengkap wisata persawahan di Mulyaharja, yang sempat menjadi ikon pada era Bima Arya.
“Latar belakang pendidikan dan pengalaman Atang dalam berbagai aktifitas kemasyarakatan dan sebagai pimpinan pucuk pada DPRD Kota Bogor, menjadi kontribusi untuk meyakinkan terwujudnya gagasan tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, Prof Luluk mengatakan gagasan Atang Trisnanto soal wisata pekarangan rumah dapat senantiasa mendukung visi Presiden Prabowo untuk memajukan petani dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Dan menurutnya, Kota Bogor yang memiliki banyak kesistimewaan memang sudah seharusnya mengambil peran besar untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
“Kota Bogor harus bekerja keras untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah 3%, dari yang sebelumnya 5.10,” ujar Prof Luluk.
Untuk mencapai hal tersebut, Prof Luluk menyarankan, bahwa Atang Trisnanto juga harus melakukan berbagai macam pengembangan disektir barang dan jasa.
“Skala usaha rumah tangga, industri, mikro & makro, nasional dan multinasional, serta potensi perdagangan karbon, semestinya menjadi fokus pengembangan secara komprehensif,” kata dia.
Apalagi, kata Prof Luluk, Atang Trisnanto berpasangan dengan Annida Allivia, perwakilan generasi Gen Z, yang dinilai olehnya sebagai kombinasi ideal untuk merepresentasikan semua lapisan masyarakat.
“Keberadaan Annida dapat menjadi daya tarik bagi generasi muda, Jika program seperti insentif Rp10 juta per bulan untuk petani muda diwujudkan, ini bisa menginspirasi banyak Gen Z untuk terjun ke pertanian, baik di pekarangan rumah maupun daerah luar,” katanya.
Luluk menambahkan bahwa pendekatan Atang yang inklusif, analitis, dan eksekusi tepat sudah terbukti melalui perannya sebagai Ketua DPRD Kota Bogor periode 2019-2024.
“Kemampuannya menggali fakta, melibatkan banyak pemangku kepentingan, dan membuat keputusan strategis menunjukkan karakter pemimpin yang dibutuhkan Kota Bogor,” bebernya.
Atas dasar itulah, Prof. Luluk optimis bahwa gagasan Atang Trisnanto - Annida akan membawa perubahan signifikan untuk Kota Hujan.
“Kolaborasi lintas generasi ini akan membantu menciptakan Kota Bogor yang hijau, produktif, dan sejahtera bagi semua warganya,” pungkasnya. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin