RADAR BOGOR - Pasangan Calon Bupati Bogor nomor urut dua, Bayu Syahjohan dan Musyafaur Rahman paparkan langkah cara mencegah kasus korupsi di Kabupaten Bogor.
Hal itu dikatakannya dalam debat KPU, karena berdasarkan hasil survei KPK, mencatat Kabupaten Bogor mendapatkan nilai 69,43 meski skor naik 5,16 poin namun dalam kategori rentan.
Calon Wakil Bupati Bogor, Musyafaur Rahman mengungkap, dalam mencegah terjadinya korupsi di Kabupaten Bogor, langkah yang kongrit dilakukan yaitu membuat sistem yang lebih transparan.
"Sehingga kemudian setiap anggaran daerah yang turun ke masyarakat juga akan dibantu oleh masyarakat untuk diawasi dan dilaporkan penggunaannya kepada kami secara langsung melalui saluran yang bisa langsung dilakukan oleh masyarakat kepada Bupati-nya, dan Wakil Bupati," ungkapnya. Selasa (19/11/24).
Menurut dia, ke depan yang mengawasi bukan hanya inspektorat saja, melainkan diawasi oleh seluruh masyarakat Kabupaten Bogor.
"Kami berharap keterlibatan sebesar-besarnya masyarakat dalam pengawasan dana-dana yang turun dan mengalir di kabupaten Bogor ini akan mampu membuat uangnya bisa bebas dari tilep - tilepan dari korupsi, dari colong-colongan," jelasnya.
Kemudian, pemimpin yang baik juga bisa menjadi salah satu faktor untuk mencegah adanya terjadinya korupsi di Kabupaten Bogor.
"Kami yakin dengan contoh yang baik dari pemimpin nya ke bawahnya juga akan lebih baik, sehingga kemudian aparatur negara di Kabupaten Bogor bisa takut melakukan korupsi tersebut, di luar pengawasan bersama dengan masyarakat," paparnya.
Sementara itu, Calon Bupati Bogor, Bayu Syahjohan menyampaikan, jika terpilih sebagai Bupati Bogor berjanji tidak akan melakukan korupsi seperti yang telah terjadi di Kabupaten Bogor.
"Insya Allah kita akan amanah tidak ada bagi-bagi proyek seperti saat ini yang kita dengarkan. Insya Allah korupsi akan kita berantas untuk kesejahteraan masyarakat yang lebih baik lagi di Kabupaten Bogor," ungkap Bayu.
Lebih lanjut ia mengatakan, di kepemimpinan ke depan jika menjadi Bupati Bogor, tidak akan ada pejabat yang sulit dihubungi seperti yang saat ini dialami oleh masyarakat Kabupaten Bogor.
"Bertemu dengan Bupati bertemu dengan wakil Bupati, masyarakat bisa setiap hari bisa menemui Bupati-Wakil Bupati bila ada di kediaman," imbuhnya.
Sebab, kata dia, mengakui bahwa, pejabat Kabupaten Bogor saat ini bisa dikatakan sulit untuk dihubungi oleh masyarakat.
"Saat ini banyak pejabat yang dihubungi sulit, padahal mereka menyampaikan aspirasi. Itu yang kamu alami semenjak jadi masyarakat," pungkasnya. (cr2).
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim