Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sebut Tata Ruang Tidak Sesuai Kultur, Ini Strategi Cagub Dedi Mulyadi Pertahankan Lahan Sawah di Jabar

Septi Nulawam Harahap • Minggu, 24 November 2024 | 06:26 WIB
Cagub Dedi Mulyadi (kanan) bersalaman dengan calon lain saat debat di Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (23/11).
Cagub Dedi Mulyadi (kanan) bersalaman dengan calon lain saat debat di Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (23/11).

RADAR BOGOR - Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut bahwa tata ruang di Jawa Barat saat ini yang sudah tidak sesuai dengan kultur di masyarakat.

Hal itu disampaikannya saat menjawab pertanyaan Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 Jeje Wiradinata pada debat ketiga pemilihan calon gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Jabar 2024 di Ciawi, Kabupaten Bogor, Sabtu (23/11).

Jeje menanyakan strategi Dedi Mulyadi terkait penyusutan lahan sawah di Jawa Barat yang mencapai 35 ribu hektare.

"Salah satu kerangka dasar membangun Jawa Barat Istimewa adalah dengan menetapkan tata ruang berbasis kultur, tata ruang berbasis kultur adalah menetapkan zona-zona wilayah, agar di mana sawah, sungai, gunung, dan daerah pesisir," jawab Dedi Mulyadi.

Kerangka itu, sambung dia, akan diperkuat dengan rencana tata ruang wilayah di setiap wilayah Jawa Barat.

Sehingga, ketika payung hukum diperkuat, maka tidak ada izin yang keluar jika tidak sesuai dengan tata ruangnya.

"Hari ini yang terjadi adalah banyak tata ruang kita tidak sesusai dengan kultur, daerah sawah menjadi industri, daerah lembah menjadi daerah perdagangan, ini kunci utama dari mengunci sawah itu," sambung Dedi Mulyadi.

Sementara, terkait semakin menurunnya minat masyarakat untuk bertani, menurut Dedi Mulyadi bahwa itu merupakan faktor sosiologis dan ekonomis.

Melalui program SMK Jawa Barat Istimewa besutannya, Dedi Mulyadi mengaku akan mendorong masyarakat untuk mahir dalam bertani.

Bagaimana mengolah lahan pertanian berbasis teknologi dan juga tersambung dengan akses pasar untuk menjual hasil tani.

"Sehingga tata ruang di Jawa Barat yang sekarang belum sempurna, masih banyak ruang-ruang yang diperuntukan untuk kepentingan ekologi, ekonomi, maka kita membangun, harus alasnya dulu yang dipetakan, baru membangun teknis," tukasnya.(cok)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#dedi mulyadi #jawa barat #debat