Cawalkot Bogor Rena Da Frina Berpotensi Raup Suara Besar Sepekan Terakhir, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Yosep Awaludin • Dipublikasikan Minggu, 24 November 2024 | 07:47 WIB
Cawalkot Bogor Rena Da Frina bersama Warga Kampung Rawajaha di Bubulak, Kecamatan Bogor Barat.
Cawalkot Bogor Rena Da Frina bersama Warga Kampung Rawajaha di Bubulak, Kecamatan Bogor Barat.

RADAR BOGOR—Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 November, tren elektabilitas Calon Wali Kota Bogor Rena Da Frina dapat menjadi kekuatan potensial.

Selain itu, hasil survei menunjukkan bahwa persentase pemilih bimbang (swing voters) di Kota Bogor masih cukup besar, meskipun suara untuk pasangan calon lain telah menurun.

Yintrosius Bena, Direktur Eksekutif Ideapol Institute dan analis politik, mengemukakan pendapat ini pada Kamis  (21/11/2024).

Akhir-akhir ini, hasil survei Puspoll Indonesia, yang dilakukan dari 12 hingga 17 November, menunjukkan peningkatan elektabilitas paslon Rena Da Frina—Achmad Teddy Risandi—menjadi 18,4 persen.

Paslon Rena-Teddy berada di urutan ketiga, di belakang Dedie Rachim-Jenal Muttaqien dan Atang Trisnanto-Annida Allivia.

Selain itu, menurut survei Puspoll Indonesia, 34,7 persen warga Kota Bogor masih menggunakan suara secara acak.

Selanjutnya, 36,4 persen dari mereka baru menetapkan pilihan mereka seminggu sebelum Pilkada atau ketika mereka tiba di TPS.

Selain itu, survei yang dilakukan oleh Litbang Radar Bogor dari 4-7 November menemukan bahwa paslon Dedie-Jenal kehilangan elektabilitasnya, meskipun tetap menempati urutan pertama. (***)

Editor : Yosep Awaludin
Calon Wali Kota Bogor rena da frina pilkada