RADAR BOGOR - Warga Kota Bogor dan Kabupaten Bogor akan turut memilih calon kepala daerah di Pilkada Jawa Barat 2024 Rabu (27/11/2024), berikut profil pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Jabar.
Pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat di Pilkada serentak 2024 diikuti oleh 4 paslon. Mereka berasal dari berbagai kalangan.
Selain politisi, ada pula artis, dan pakar penerbangan yang turut bertarung di Pilkada Jawa Barat 2024 sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.
Nomor urut 1: Acep Adang Ruhiyat dan Gitalis Dwi Natarina
Diusung oleh PKB.
Acep Adang Ruhiyat
Acep Adang Ruhiyat lahir di Tasikmalaya 1 Agustus 1958 dan kini berusia 66 tahun. Acep merupakan politikus PKB yang menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode yakni 2014–2019 dan 2019–2024.
Acep mewakili daerah pemilihan Jawa Barat XI meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya. Ia juga merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan bertugas di Komisi VI.
Acep Adang Ruhiyat menjalani pendidikan dasar hingga menengah di Cipasung, Tasiklamaya. Lalu melanjutkan ke Universitas Siliwangi dan meraih gelar sarjana muda pada 1984.
Ia melanjutkan pendidikan sarjana pada 1988 serta pendidikan pascasarjana di Universitas Garut tahun 2000.
Gitalis Dwi Natarina
Gitalis Dwi Natarina atau populer disapa Gita KDI lahir di Garut, 10 Oktober 1985 dan kini berusia 39 tahun.
Gita dikenal sebagai penyanyi dangdut dan politikus yang pernah menjabat sebagai Anggota DPR RI sejak 2011 sampai 2014. Gita mulai populer usai menjadi juara Kontes Dangdut TPI periode kedua.
Gita menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Garut. Setelah itu kuliah di Pendidikan Seni Musik Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2003 hingga 2005, tetapi mengundurkan diri.
Pada 2010, Gita melanjutkan pendidikan tingginya di Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Nusantara dan lulus pada 2012. Ia kemudian melanjutkan ke jenjang S2 Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati pada 2023.
Nomor urut 2: Jeje Wiradinata - Ronal Surapradja
Diusung oleh PDI Perjuangan.
Jeje Wiradinata
Jeje Wiradinata lahir di Pangandaran, 14 Februari 1965 dan kini berusia 59 tahun. Jeje pernah menjabat sebagai Bupati Pangandaran sejak 2016-2021. Sebelumnya, politikus PDIP itu pernah menjadi Wakil Bupati Ciamis pada 6 April 2014 hingga 26 Juni 2015. Ia juga sempat menjadi anggota DPRD Ciamis periode 1999-2009.
Jeje menghabiskan pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di Pangandaran, Jawa Barat dan meneruskan ke Politeknik AUP Jakarta dan lulus tahun 1988.
Ronal Surapradja
Ronal Surapradja memiliki nama lengkap Ronal Sunandar Surapradja lahir di Bandung, 26 Mei 1977 dan kini berumur 47 tahun.
Ronal merupakan artis dan komedian yang mulai dikenal publik usai tampil dalam Extravaganza serta penyiar radio. Di dunia entertainment, ia telah membintangi sejumlah film salah satunya Dunia Lain The Movie pada 2006.
Pria yang mengenyam bangku pendidikan di Universitas Padjadjaran itu memulai karir politiknya dengan maju di Pileg 2024 dari PDI Perjuangan. Namun, ia gagal duduk di kursi di DPR RI.
Nomor urut 3: Ahmad Syaikhu dan Ilham Akbar Habibie
Diusung oleh: PKS, NasDem, dan PPP
Ahmad Syaikhu
Ahmad Syaikhu lahir tanggal di Cirebon, 23 Januari 1965 dan usianya saat ini 59 tahun. Pendidikan sekolah dasar sampai SMA ditempuhnya di Cirebon dan melanjutkan pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada tahun 1986
Ahmad Syaikhu merupakan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Anggota DPR RI fraksi PKS periode 2019-2024 dari Daerah Pemilihan Jawa Barat VII.
Sebelumnya ia pernah menjadi Wakil Wali Kota Bekasi periode 2013-2018 bersama Rahmat Effendi. Ahmad Syaikhu juga pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS. Pada kontestasi Pilgub Jabar 2018 ia pernah mencalonkan diri dan ketika itu berpasangan dengan Sudrajat, tetapi tidak terpilih.
Ilham Habibie
Ilham Habibie lahir di Jerman Barat pada 16 Mei 1963 dan kini usianya 61 tahun. Ilham Habibie merupakan putra pertama Presiden ke-3 RI, B.J. Habibie dan Hasri Ainun Habibie.
Ilham lahir dan dibesarkan di Jerman Barat mengikuti sang ayah yang ketika itu belajar dan bekerja di sana.
Ia pernah menempuh pendidikan di Technical University of Munich, Jerman dan meraih gelar insinyur sampai doktor dalam teknik penerbangan.
Nomor Urut 4: Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan
Didukung oleh Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PSI, Partai Hanura, Partai Gelora, Partai Garuda, PKN, Partai Buruh, PRIMA, Perindo, PBB, dan Partai Ummat.
Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi lahir di Subang, 11 April 1971 dan kini usianya 53 tahun. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Purwakarta dua periode 2008-2013 dan 2013-2018. Dedi juga pernah menjadi anggota DPR RI 2019-2023 dari Golkar dan menjadi anggota DPR terpilih pada Pileg 2024 dari Gerindra.
Sebelum menjadi Bupati Purwakarta, Dedi sempat menjadi sebagai wakil bupati dan anggota DPRD Kabupaten Purwakarta pada 1999.
Pada Pilgub Jabar 2018, Dedi Mulyadi menjadi calon Wakil Gubernur Jawa Barat dan ketika itu diusung Partai Golkar. Dedi Mulyadi mendampingi Deddy Mizwar di Pilgub Jabar tetapi tidak terpilih.
Dedi Mulyadi menempuh pendidikan sekolah dasar hingga SMA di Subang. Ia melanjutkan ke Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta dengan meraih gelar Sarjana Hukum tahun 1999.
Semasa menjadi mahasiswa, Dedi Mulyadi pernah menjadi aktivis dan menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Islam cabang Purwakarta.
Erwan Setiawan
Erwan Setiawan lahir di Bandung lahir 29 Juli 1970 dan umurnya saat ini 54 tahun. Ia memulai karir politik sebagai Ketua DPRD Kota Bandung 2009-2014.
Ia lalu menjabat sebagai Wakil Bupati Sumedang setelah bergabung dengan Golkar pada 2018-2023. Erwan menjadi Wakil Bupati Sumedang usai terpilih bersama Dony Ahmad Munir pada pemilihan Bupati Sumedang 2018 lalu.
Sebelum menjabat wakil bupati, ia pernah menjadi anggota DPRD Kota Bandung Periode 2009-2014 dan menjadi Ketua DPRD Kota Bandung.
Erwan juga pernah bertarung di Pilkada Kota Bandung 2013 sebagai calon wakil walikota Bandung berpasangan dengan Edi Siswadi. Namun pasangan Edi-Erwan tidak terpilih.
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim