RADAR BOGOR - Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada HUT Partai Gerindra ke-17 yang digelar di Sentul Bogor, Sabtu (15/2/2025).
Dalam pidatonya Prabowo menyampaikan berbagai hal.
Prabowo menyatakan pemerintahannya siap dikritik dan dikoreksi. Hanya saja, Presiden RI ke-8 itu meminta agar kritik yang disampaikan bukanlah berdasarkan dendam.
Dalam pidato yang disiarkan langsung di YouTube Gerindra TV itu, Prabowo menyebut pentingnya kerja sama antarelite politik demi membangun bangsa Indonesia dan mengajak seluruh pihak bersatu.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan persatuan dan kerja sama bukan berarti semua pihak harus masuk dalam pemerintahan.
Walaupun ada yang tidak masuk dalam pemerintahan, ia meminta agar tetap menganggap mereka sebagai patriot-patriot bangsa.
Berada di luar pemerintah menurut Prabowo bisa tetap dapat memberikan sumbangsih melalui kritik serta masukan dan turut mengawasi pemerintahannya.
"Kita harus mau diawasi, dikoreksi, dikritik, tapi kritiknya yang benar jangan kritik berdasarkan dendam," ujar Prabowo dalam pidato di acara HUT ke-17 Partai Gerindra.
Pada pidatonya, Prabowo juga sempat menyinggung terkait program makan bergizi gratis yang saat ini sedang berjalan secara bertahap dan dimulai sejak 6 Januari 2025 lalu. Di sisi lain, program tersebut menuai kritik.
"Biasa ada yang nyinyir mana bisa kasih makan, uangnya gak ada? Uangnya ada," kata Prabowo.
Ia menjelaskan Badan Gizi Nasional telah dibentuk oleh Presiden ke-7 RI, Jokowi sebelum dirinya dilantik pada 20 Oktober 2024 lalu.
"Sampai saat ini sudah 770 ribu anak, akhir Februari sudah sampai 1 juta dan seterusnya. Diharapkan akhir Juli sudah sampai 6 juta," ungkap Prabowo.
Acara tersebut juga dihadiri Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta para petinggi partai politik (parpol).
Tak hanya itu hadir pula gubernur-wakil gubernur terpilih, wali kota-wakil wali kota terpilih, serta bupati-wakil bupati terpilih dari Partai Gerindra.
Salah satunya Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi yang juga sempat disebut Prabowo.
Editor : Eka Rahmawati