RADAR BOGOR - Di Magetan, selisih antara dua paslon yang masih berpeluang menang hanya 1.264 suara, sedangkan total DPT di empat TPS yang coblosan ulangnya dihelat hari ini 2.117.
Di Barito Utara dan Siak, perbedaan antarduet kandidat bahkan hanya 8 dan 224 suara.
Ibarat sepak bola, coblosan pilkada serentak pada 27 November 2024 adalah babak reguler 2 x 45 menit.
Lalu, gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan perpanjangan waktu 2 x 15 menit.
Maka, pemungutan suara ulang (PSU) yang empat di antaranya dihelat di empat kabupaten hari ini adalah babak penentuan akhir yakni adu penalti.
Keempatnya diperkirakan berlangsung ketat.
Salah satunya di Magetan, Jawa Timur.
Pasangan calon (paslon) peraih suara terbanyak, Nanik Endang Rusminiarti dan Suyatni Priasmoro, hanya berselisih 1.264 suara dari Sujatno-Ida Yuhana Ulfa.
Di PSU Siak, Riau, selisih antara paslon peraih suara terbanyak, Afni Zulkifli-Syamsurizal, dengan Alfedri-Husni Merza malah cuma 224 suara.
Lebih sedikit lagi selisih antara duet Gogo Purman Jaya-Hendro Nakalelo dengan Akhmad Gunadi-Sastra Jaya di PSU Barito Utara, Kalimantan Tengah, cuma 8 suara.
Satu PSU lainnya di hari ini berlangsung di Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, di mana perbedaan antara Markus-Yus Derahman dengan Sukirman-Bong Ming Ming 1.427 suara.
Di luar empat kabupaten tersebut, PSU masih akan dihelat di 20 daerah lainnya.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Mochammad Afifuddin mengatakan, kesiapan PSU di empat daerah tidak ada persoalan. Apalagi, cakupannya relatif kecil.
Baik jajaran petugas maupun logistiknya sudah dipersiapkan.
”Tinggal pelaksanaannya saja,” ujarnya kepada Jawa Pos.
Berebut 2.117 Suara di Magetan
Dalam putusan yang dibacakan Ketua MK Suhartoyo, disebutkan PSU harus dihelat di keempat TPS di Magetan karena terjadi pelanggaran yang mencederai demokrasi, kesalahan administrasi, serta ketidaksesuaian dengan kejadian yang sebenarnya.
Pilkada Magetan diikuti tiga paslon dan secara hasil bisa dibilang salah satu yang paling ketat dalam Pilkada Serentak 2024. Paslon nomor urut 1 Nanik Endang Rusminiarti-Suyatni Priasmoro (Niat) memperoleh 137.347 suara atau 33,94 persen.
Paslon nomor urut 2 Hergunadi-Basuki Babussalam (Hebat) memperoleh 131.264 suara atau 32,44 persen.
Sementara itu, duet nomor urut 3 Sujatno-Ida Yuhana Ulfa (Jadi) memperoleh 136.083 suara atau 33,63 persen.
Hingga Jumat (21/3), Niat dan Jadi yang masih berpeluang menang memilih untuk menahan diri.
Perwakilan mereka hanya sempat menyatakan kesiapan bertarung di coblosan ulang.
Keempat TPS (tempat pemungutan suara) di Magetan tersebar di tiga kecamatan berbeda.
Dua di antaranya, TPS 001 dan 004, di Desa Kinandang, Kecamatan Bendo.
Dua lainnya masing-masing TPS 001 di Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, dan TPS 009 di Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo.
Total ada 2.117 suara yang diperebutkan di empat TPS tersebut.
Jauh di atas selisih suara antara Nanik-Suyatni dengan Sujatno-Ida.
Jadi, bisa dibayangkan betapa bakal ketatnya ”adu penalti” pencarian bupati yang bakal memimpin kabupaten di lereng Gunung Lawu tersebut.
Per TPS di coblosan ulang pilkada Magetan bakal dijaga 100 aparat keamanan.
Pengawasan dilakukan sejak persiapan, logistik datang, pelaksanaan coblosan, hingga penghitungan.
Jawa Pos ikut dalam rombongan KPU dan Bawaslu Jatim yang memantau persiapan di Magetan, Jumat (21/3).
Salah satunya di TPS 001, Desa Nguri, Magetan.
Ada 484 daftar pemilih tetap (DPT) yang akan mencoblos di TPS yang berlokasi di SDN 4 Nguri tersebut.
Di TPS 001 dan 004 Desa Kinandang, Kecamatan Bendo, total ada 555 DPT yang bakal diperebutkan.
Satu TPS lainnya di Desa Selotinatah, Kecamatan Ngariboyo, bakal menjadi tempat mencoblos 551 DPT.
Anggota Bawaslu Jatim Dewita Hayusinta menyebutkan, pihaknya menemukan adanya penataan bilik yang kurang tepat.
”Tadi (kemarin) sudah diarahkan untuk langsung ditata ulang,” katanya.
Komisioner KPU Jatim Choirul Umam menambahkan, pemungutan langsung ditangani KPU Magetan.
”Sehingga hasilnya langsung direkap di KPU Kabupaten tanpa diolah di kecamatan,” ujarnya.
Yang tak kalah penting adalah partisipasi pemilih.
Ketua Kelompok Penyelenggara Pemilihan Suara (KPPS) 001 Desa Nguri Aldi Setia Nugraha menyebut bahwa sejumlah upaya dilakukan untuk meningkatkan partisipasi maayarakat. Sosialisasi bahkan dilakukan secara door-to-door.
”Kami datangi langsung ke seluruh kepala keluarga,” ungkap Aldi.
Sebab, siapa yang akan memimpin Magetan lima tahun ke depan bakal ditentukan dari empat TPS tersebut.
Jadi, semua calon pemilih perlu diingatkan agar tak menyesal di kemudian hari. (*/naz/ttg)
APRILITA SARI-EKO HENDRI, Magetan-FOLLY AKBAR, Jakarta
Editor : Siti Dewi Yanti