RADAR BOGOR - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa di Kota Bogor mengadakan acara berkumpul para kader juga untuk berbuka puasa bersama.
Kegiatan berbuka puasa tersebut diadakan di Kantor DPC PKB Kota Bogor, yang terletak di Kelurahan Panaragan, Kecamatan Bogor Tengah, pada malam hari Minggu (23/3/2025).
Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Ketua MWCNU, Ketua Syuro PKB KH Fuad Fitri, anggota DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, anggota DPRD Kota Bogor, dan para kader PKB dari beragam tingkatan.
Dedie A. Rachim, Wali Kota Bogor, menunjukkan bahwa PKB merupakan elemen yang sangat penting dalam proses pembangunan Kota Bogor.
Ia menghargai peran PKB dalam mendukung inisiatif pemerintah kota, dan berharap kolaborasi yang ada dapat semakin ditingkatkan.
Dedie juga membahas tentang proyek Underpass Batutulis, yang dinilainya sebagai hasil dorongan dari Komisi IX DPR RI, di mana salah satu anggotanya berasal dari PKB.
"Kita berbicara tentang Underpass Batutulis, itu merupakan hasil dukungan dari Komisi IX DPR RI, dengan salah satu anggotanya berasal dari PKB yang sebelumnya menjabat di komisi V," ujar Dedie.
"Saya juga ingin menginformasikan bahwa dengan kondisi jalan yang mengalami penurunan, kita berharap adanya perhatian dari pemerintah pusat melalui Komisi V. Kita harus segera mengatasi masalah Batutulis, tetapi tentu perlu ada dukungan dari pemerintah pusat," tambah Dedie.
Di sisi lain, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, anggota DPR RI yang berasal dari PKB, mengungkapkan bahwa acara ini berfungsi sebagai ajang konsolidasi internal PKB, mulai dari DPC hingga ke tingkat ranting.
PKB juga terus memperkuat kerja sama dengan Nahdlatul Ulama di berbagai level organizasional.
"Kami ingin memastikan bahwa solidaritas struktur partai tetap terjaga. Pada Pemilu mendatang, kami menargetkan minimal 7 kursi, dengan harapan dapat mencapai 9 kursi di DPRD Kota Bogor," jelas Neng Eem.
Dia menekankan bahwa PKB berkomitmen untuk memelihara stabilitas politik dan mendukung terciptanya pemerintahan yang harmonis.
"Karena Bogor bagian dari kawasan Jakarta, Kota ini merasakan dampak dari dinamika politik yang berlangsung di ibu kota, sehingga PKB perlu terus beradaptasi dan bekerja sama," tambahnya.
Dewi Fatimah, Ketua DPC PKB Kota Bogor, menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran semua kader dan tamu.
Ia menekankan betapa pentingnya persatuan dalam melaksanakan program partai dan berkontribusi kepada masyarakat.
"Pentingnya kolaborasi dan keutuhan antara kader dalam melaksanakan program-program partai dan memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat Kota Bogor," ungkapnya.
Sementara itu, Lusiana Nurissiyadah, Bendahara DPC PKB Kota Bogor yang juga Ketua Fraksi PKB - PPP di DPRD Kota Bogor, menyatakan bahwa acara ini memberikan semangat positif bagi jajaran PKB dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
"Kehadiran Ibu Ketua Fraksi MPR RI, Ibu Neng Eem Marhamah, menjadi dorongan bagi kita semua. Arahan dari DPP PKB untuk memperkuat koneksi antara DPR RI dan DPRD Kota/Kabupaten sangatlah krusial, terutama dalam mengawasi program-program pusat agar dapat terealisasi di daerah," kata Lusiana.
Ia menambahkan bahwa Kota Bogor masih sangat membutuhkan dukungan dari APBN karena anggaran daerah yang terbatas.
Karena itu, PKB akan terus berupaya mendorong kader penggerak hingga tingkat RT agar program partai dapat menjangkau masyarakat di lapisan paling bawah.
“Kader penggerak PKB hingga tingkat RT akan memudahkan distribusi program-program partai sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," tutupnya.(ded)
Editor : Dede Supriadi