Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Desa BRILiaN Tompobulu Jadi Contoh Sukses : UMKM, Wisata, dan Digitalisasi Dongkrak Ekonomi Warga

Yosep Awaludin • Senin, 30 Maret 2026 | 09:28 WIB

Suasana Desa Tompobulu, di Sulawesi Selatan yang sukses mengembangkan ekonomi lokal.
Suasana Desa Tompobulu, di Sulawesi Selatan yang sukses mengembangkan ekonomi lokal.

RADAR BOGOR – Desa Tompobulu di Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, kini menjelma sebagai salah satu contoh keberhasilan desa dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal dan digitalisasi.

Berada di ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut, Desa Tompobulu ini menunjukkan transformasi nyata menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.

Mayoritas warga Desa Tompobulu berprofesi sebagai petani. Namun, di balik itu, desa ini menyimpan potensi lain yang terus berkembang.

Baca Juga: Cegah Joki, SNPMB Ubah Sistem Pemilihan Lokasi UTBK SNBT 2026

Salah satunya kuliner tradisional khas seperti saraba daun kelor berbahan dasar jahe dan daun kelor yang kini semakin dikenal luas.

Seiring waktu, kekayaan lokal tersebut tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga mulai memberikan kontribusi nyata terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, sektor pariwisata juga mulai tumbuh dan menjadi salah satu pilar baru dalam memperkuat perekonomian desa.

Baca Juga: Apresiasi Gus Ipul untuk Trenggalek atas Kepedulian Data Sosial hingga Hadirkan Sekolah Rakyat demi Pengentasan Kemiskinan

Perkembangan positif ini selaras dengan berbagai prestasi yang berhasil diraih Desa Tompobulu dalam beberapa tahun terakhir.

Di antaranya adalah meraih juara nasional Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), penghargaan dalam Lomba Desa Pariwisata dari Kementerian Desa, hingga masuk nominasi desa terbaik dalam ajang Desa BRILiaN.

Kepala Desa Tompobulu Abdul Kadir Hakim menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi pemicu semangat masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa.

Baca Juga: Resep Telur Saus Daun Bawang Viral, Menu Praktis Gurih Manis yang Bikin Nasi Nambah Terus

“Capaian ini menjadi kebanggaan bagi kami sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan potensi desa,” ujarnya.

Penguatan ekonomi desa semakin terasa dengan hadirnya program Desa BRILiaN. Kedekatan masyarakat dengan layanan BRI menjadi salah satu faktor pendukung utama, mengingat banyak warga yang merupakan pelaku UMKM sekaligus penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Melalui program tersebut, BRI memberikan pendampingan berkelanjutan, mulai dari penguatan ekonomi lokal, digitalisasi layanan keuangan, hingga peningkatan kapasitas pengelolaan potensi desa.

Di sisi lain, sektor pariwisata Desa Tompobulu juga terus dikembangkan secara terpadu. Desa ini memiliki sejumlah destinasi unggulan, baik di dalam maupun sekitar kawasan Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung.

Salah satu yang paling menarik adalah Puncak Pendagang Bulu Sarang di Dusun Bulu-Bulu yang berada di ketinggian 1.353 mdpl.

Baca Juga: Heboh, Penemuan Langka di Prancis: Sarang Raksasa Dinosaurus Berisi Ratusan Telur

Pertumbuhan pariwisata tersebut turut mendorong perkembangan UMKM berbasis kearifan lokal.

Produk unggulan seperti saraba daun kelor kini telah dipasarkan ke berbagai daerah melalui jaringan distribusi yang semakin luas.

Selain itu, produksi gula aren masih dipertahankan secara tradisional dengan semangat gotong royong.

Baca Juga: Desil 3 dan 4 Masih Dapat Bansos atau Tidak? Ini Penjelasan Lengkap Kebijakan Terbaru Jelang Akhir Maret 2026

Cara ini tidak hanya menjaga kualitas produk, tetapi juga memperkuat nilai sosial masyarakat setempat.

Peran kelembagaan desa juga menjadi elemen penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terus mengembangkan berbagai unit usaha, mulai dari layanan Wi-Fi desa, depot air isi ulang, hingga usaha produktif lainnya.

Baca Juga: Final FIFA Series 2026 Malam Ini: Timnas Indonesia vs Bulgaria di GBK, Begini Taktik John Herdman

Keberadaan BUMDes diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Seluruh upaya tersebut semakin kuat dengan dukungan sektor perbankan. BRI hadir melalui penyediaan akses keuangan inklusif, seperti penyaluran KUR, penguatan AgenBRILink yang terintegrasi dengan BUMDes, penggunaan QRIS untuk pembayaran digital, hingga pemanfaatan aplikasi BRImo dalam transaksi sehari-hari.

Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan bahwa program Desa BRILiaN merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendorong pembangunan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan.

"Melalui program ini, BRI mendorong masyarakat desa untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi,” jelas Akhmad.

Ia menambahkan, hingga saat ini lebih dari 5.200 desa di seluruh Indonesia telah tergabung dalam program Desa BRILiaN dan mendapatkan pendampingan berkelanjutan.

“BRI akan terus memperkuat peran sebagai mitra strategis dalam pembangunan desa, sehingga potensi lokal dapat berkembang secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga: Harapan Baru bagi Masyarakat, Penebalan Bansos 2026 Masih Dalam Tahap Kajian dan Belum Diumumkan Secara Resmi

Dengan sinergi antara potensi lokal, penguatan kelembagaan, serta dukungan digitalisasi dari BRI, Desa Tompobulu kini tumbuh sebagai desa wisata yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi, sekaligus menjadi contoh nyata transformasi ekonomi desa di Indonesia. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#digitalisasi #Desa Tompobulu #sulawesi selatan