Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Fiersa Besari Ungkap Kondisi Terkini Usai Mendaki di Puncak Carstensz Papua

Eka Rahmawati • Senin, 3 Maret 2025 | 09:57 WIB
Musisi Fiersa Besari mengungkap kondisi terkininya terkait pendakian di Puncak Carstensz atau Puncak Jaya Papua.
Musisi Fiersa Besari mengungkap kondisi terkininya terkait pendakian di Puncak Carstensz atau Puncak Jaya Papua.

RADAR BOGOR - Musisi Fiersa Besari mengungkap kondisi terkini usai dikabarkan tergabung dalam pendakian di Puncak Carstensz atau Puncak Jaya Papua.

Dua pendaki dikabarkan meninggal dunia yakni Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono diduga karena mengalami kedinginan atau hipotermia saat turun dari Puncak Carstensz.

Setelah sempat hilang kontak hingga membuat sang istri Aqia Nurfadla khawatir. Dalam unggahannya di media sosial, musisi berusia 41 tahun itu menceritakan kondisinya saat ini. 

Fiersa mengatakan kondisi dirinya hari ini Senin (3/3/2025) saat ini baik-baik saja dan stabil. Ia juga turut berduka cita atas berpulangnya Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono.

Dikutip dari akun Instagram @fiersabesari, ia meminta maaf karena baru memberi kabar terkait situasi di Carstensz Pyramid atau puncak tertinggi Indonesia dengan nama lain Puncak Jaya.

"Kami yang berada di basecamp Yellow Valley (YV) pun merasa syok dan berduka atas tragedi yang telah terjadi," ungkapnya.

Ia dan rekannya Furky Syahroni sempat tertahan di basecamp Yellow Valley terkait cuaca buruk dan berdampak pada lalu lintas helikopter. Sebab hanya helikopter satu-satunya akses resmi ke YV. 

Fiersa menjelaskan ia tergabung dalam tim yang terdiri dari tiga orang sedangkan Lilie dan Elsa tergabung dalam tim yang terdiri dari empat orang atau beda tour operator.

Dalam pendakian itu mereka Fiersa dan timnya ditemani oleh para guide. Ada pula tamu-tamu WNA atau warga negara asing pada Jumat (28/2/2025) ada dari pihak Balai Taman Nasional yang turut mendaki.

"Carstensz Pyramid berbeda dengan gunung di Indonesia pada umumnya," kata pelantun Ada Selamanya itu.

Medan tebing yang curam kata Fiersa mewajibkan pendaki untuk lancar menggunakan alat-alat tali untuk naik dan turun. Sebab menurunya, di ketinggian di atas 4000-an MDPL, apalagi dalam cuaca buruk, pendaki tidak boleh diam terlalu lama karena rentan terkena hiportemia.

Ia pun terkejut saat mendapat kabar terkait dengan kondisi Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono.

"Kaget dan sedih, tapi bersama orang-orang di YV mengontak korban yang terjebak dengan menggunakan HT agar tetap merespons sampai akhirnya mereka dijemput oleh para relawan baik lokal maupun internasional pada tanggal 1 Maret 2025," jelasnya.

 

Editor : Eka Rahmawati
#papua #puncak carstensz #fiersa besari #kondisi terkini