RADAR BOGOR – Menjelang hari bahagianya bersama Alyssa Daguise, Al Ghazali menjalani prosesi adat siraman, yaitu tradisi sakral dalam budaya Jawa yang menjadi simbol penyucian diri sebelum memasuki kehidupan pernikahan.
Video dokumentasi siraman yang dibagikan melalui kanal YouTube memperlihatkan suasana khidmat, penuh haru, dan kaya akan makna keluarga.
Prosesi siraman diawali dengan pengajian dan doa bersama yang dihadiri keluarga inti dan kerabat dekat.
Suasana yang dibangun terasa sangat sakral, memperlihatkan bahwa meski berlatar belakang selebritas, nilai-nilai adat tetap dijunjung tinggi.
Dalam video, Al Ghazali tampak berkaca-kaca saat menerima air siraman dari ibunya. Ia mencium tangan sang bunda dengan khidmat, menciptakan momen emosional yang turut dirasakan para tamu undangan.
Acara ini berjalan sesuai kaidah adat Jawa yang kuat, yaitu menggunakan air dari tujuh sumber mata air sebagai simbol keberkahan dan kesucian.
Juga dihiasi dengan bunga melati, kenanga, dan mawar yang memiliki makna spiritual dan estetika. Prosesi pecah kendi menjadi tanda melepaskan masa lajang.
Siraman dilakukan oleh para sesepuh dan tokoh keluarga yang dipercaya, memperkuat nuansa spiritualitas dalam budaya Jawa.
Siraman dilangsungkan di kediaman keluarga dengan tata ruang bernuansa putih dan hijau—warna yang mencerminkan kesucian dan ketenangan.
Dekorasi didominasi oleh elemen bunga segar dan ornamen tradisional. Nuansa elegan dan klasik bersatu dalam harmoni yang mendalam.
Puncak dari acara adalah penyampaian doa oleh para anggota keluarga. Mereka secara bergantian mengungkapkan harapan agar Al Ghazali menjadi suami yang bijaksana dan bertanggung jawab.
Doa juga ditujukan untuk kelancaran hari pernikahan dan kebahagiaan rumah tangga yang akan dibangun bersama Alyssa Daguise.
Senyuman, tangis, dan pelukan menjadi penutup dari sebuah hari yang begitu penting—bukan hanya bagi Al dan Alyssa, tetapi juga bagi dua keluarga besar yang akan segera bersatu.***
Editor : Eli Kustiyawati