RADAR BOGOR - Polisi Los Angeles menemukan jasad misterius di dalam sebuah Tesla, Hollywood Hills kembali menjadi perhatian publik.
Fakta bahwa mobil tersebut terdaftar atas nama penyanyi muda berbakat, d4vd, membuat kasus ini semakin diperbincangkan.
Penemuan jasad ini terjadi setelah mobil Tesla berwarna hitam ditarik dari daerah Hollywood Hills setelah lama ditinggalkan.
Petugas mencium bau menyengat yang mencurigakan saat berada di area Lot Impound. Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, mereka menemukan mayat yang dibungkus plastik di bagian dalam mobil.
Polisi Los Angeles segera mengambil alih lokasi dan membawa mayat untuk autopsi. Hingga saat ini, identitas korban, serta penyebab kematiannya, masih diselidiki.
Penegak hukum mengatakan bahwa investigasi masih berlangsung dan belum ada tersangka resmi yang ditetapkan.
Kasus ini semakin heboh karena respons netizen di media sosial. Banyak orang langsung mengaitkan penemuan mayat ini dengan lagu d4vd yang paling terkenal, Romantic Homicide.
Lirik "in the back of my mind, you died" dari lagu itu tampaknya menjadi "foreshadowing" dari kejadian tragis ini.
Pihak kepolisian, bagaimanapun, meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terlalu banyak dan menunggu hasil penyelidikan resmi.
Mereka menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada bukti apa pun yang menghubungkan d4vd dengan penemuan mayat.
Namun, rumor dan spekulasi sudah terlanjur menyebar. Banyak penggemar d4vd mengatakan bahwa lirik lagunya hanyalah ekspresi seni dan tidak ada hubungannya dengan dunia nyata.
Sebaliknya, banyak orang yang membuat keadaan menjadi lebih buruk dengan mempromosikan teori konspirasi yang belum terbukti benar.
Hingga saat ini, baik manajemen maupun d4vd belum memberikan pernyataan resmi terkait masalah ini. Di sisi lain, pihak-pihak yang terlibat semakin menimbulkan rasa penasaran publik.
Apakah benar penyanyi asal Houston itu memiliki hubungan dengan penemuan mayat itu, atau apakah namanya hanya terlintas secara kebetulan?
Penggemar musik tahu bahwa d4vd adalah salah satu artis muda yang sedang naik daun. Lagu-lagunya, yang penuh dengan lirik puitis dan bernuansa emosional, berhasil menarik perhatian banyak pendengar di seluruh dunia.
Karena itu, terlibatnya namanya dalam kasus kriminal seperti ini tentu terasa mengejutkan dan mengganggu reputasinya yang baik yang telah ia bangun selama ini.
Topik ini bahkan sempat menjadi trending di Twitter dan TikTok dengan tagar seperti #d4vd, #TeslaCase, dan #RomanticHomicide.
Video-video spekulatif yang menghubungkan lirik lagu dengan peristiwa nyata tersebar luas, menunjukkan seberapa besar pengaruh musik d4vd pada penggemarnya.
Namun, ada pengamat musik yang mengingatkan bahwa publik dapat dengan mudah mengaburkan perbedaan antara karya seni dan dunia nyata.
Lirik lagu tidak dapat digunakan sebagai bukti kriminal karena merupakan bentuk ekspresi kreatif.
Ketika publik terbawa emosi, fenomena ini sering terjadi dan disebut sebagai overinterpretation.
Polisi Los Angeles sendiri saat ini sedang berusaha mengidentifikasi korban dan menemukan sumber mobil yang ditinggalkan.
Karena melibatkan analisis forensik menyeluruh, mulai dari sidik jari hingga rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi, beberapa sumber menyatakan bahwa penyelidikan akan memakan waktu yang lama.
Kasus ini menurut sebagian pihak menunjukkan betapa cepatnya pendapat publik dapat dibentuk hanya karena kebetulan.
Nama artis dapat dengan cepat terseret tanpa alasan yang jelas hanya karena album yang pernah dirilisnya dianggap memiliki hubungan.
Kesimpulannya, kasus Tesla d4vd ini masih menimbulkan banyak pertanyaan. Tidak ada jawaban yang jelas tentang identitas korban, penyebab kematian, dan hubungan mobil dengan musisi.
Sudah jelas bahwa industri hiburan saat ini menunggu penjelasan resmi, sementara spekulasi di media sosial terus meningkat. (***)
Penulis: Mutia Silviani/Magang Universitas BSI Depok
Sumber: Instagram @binarmusik