Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sebuah Janji untuk Penggemar : Cerita Dibalik Cedera Punggung Lee Junho Saat Kembali ke Atas Panggung, Menahan Sakit Luar Biasa

Yosep Awaludin • Selasa, 7 Oktober 2025 | 10:00 WIB
Lee Junho salah satu personel dari grup legendaris 2PM.
Lee Junho salah satu personel dari grup legendaris 2PM.

RADAR BOGOR - Ketika sorotan lampu panggung menyala dan sorak-sorai penonton menggema, tak banyak yang tahu bahwa di balik senyum dan tarian energiknya, Lee Junho dari grup legendaris 2PM tengah menahan rasa sakit luar biasa.

Dalam sebuah video di kanal YouTube Fairy Jaehyung berjudul 'Kapan kau menjadi dewasa seperti ini, Goya..?' Lee Junho yang merupakan penyanyi sekaligus aktor tersebut, membuka kisah masa lalunya yang penuh perjuangan.

Lee Junho diundang menjadi bintang tamu yang sedang bersiap menayangkan drama barunya ‘Typhoon Boss’ di tvN.

Pada video tersebut, Lee Junho mengenang masa-masa berat ketika harus tetap tampil di atas panggung meski tubuhnya hampir menyerah.

“Labrum bahuku robek total dan aku harus membuat 8 lubang di dalamnya. Mendapat jahitan dan ligamen yang robek adalah hal yang tak terelakkan,” kenangnya dengan nada tenang namun penuh emosi.

Namun cedera bahu bukan satu-satunya ujian. “Saya punya cakram ketiga dan kelima di tulang belakang saya, dan cakram keempat hancur total. Tiba-tiba saya sakit kepala dan pingsan, dan saya tidak bisa bangun," katanya.

"Saya pergi ke rumah sakit, dan mereka bilang cakram itu patah dan saya harus memakai penyangga. Tapi keesokan harinya adalah konser saya di luar negeri. Saya bingung harus berbuat apa, dan saya memutuskan untuk naik ke atas panggung,” tutur Lee Junho.

Di saat sebagian orang mungkin memilih untuk beristirahat, Lee Junho justru memegang teguh prinsipnya terhadap para penggemar.

“Konsepnya mungkin berbeda sekarang, tapi saat itu, saya menganggapnya sebagai janji kepada orang-orang yang datang untuk menonton pertunjukan. Saya bisa saja naik dan berdiri di sana, tapi saya tidak mau,” ucapnya, menggambarkan tekad yang melampaui batas fisik.

Ia bahkan menceritakan bagaimana dirinya tetap menari dalam kondisi tubuh yang bengkak. “Saya mengenakan seragam militer dan seluruh tubuh saya bengkak, jadi saya naik dan bergerak-gerak, dan adrenalin mengalir deras di tubuh saya, sehingga rasa sakitnya berkurang," ujarnya.

Kini, setelah bertahun-tahun berlalu dan perjalanan kariernya meluas hingga ke dunia akting, Junho memandang masa lalunya dengan kebijaksanaan yang berbeda.

“Kalau saya cedera sekarang, saya rasa saya akan berpikir, rasanya agak sakit, jadi saya harus istirahat," ujarnya dengan senyum tipis, menandakan kedewasaan yang lahir dari pengalaman pahit.

Rekan bicaranya, Jung Jae-hyung, dengan nada bercanda namun tulus menimpali. “Saya rasa saya tidak akan melakukan itu,” katnaya disambut tawa hangat di studio.

Kisah Lee Junho bukan sekadar cerita tentang cedera dan keteguhan, melainkan tentang bagaimana seorang seniman belajar menyeimbangkan cinta terhadap panggung dengan kepedulian terhadap dirinya sendiri.

Di balik gemerlap cahaya dan tepuk tangan penonton, tersimpan kisah manusia yang berjuang melawan rasa sakit demi memenuhi janjinya kepada orang-orang yang mencintainya. (Yumna/SV IPB).

Editor : Yosep Awaludin
#panggung #lee junho #rasa sakit