RADAR BOGOR - Artis cilik yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi bagi mereka yang masa kecilnya ditemani oleh layar kaca tahun 2000-an. Baim Alkatiri namanya.
Baim Alkatiri, dengan wajah imutnya menjadi langganan dalam sinetron dan kalimat ikoniknya, "Tolong Baim, Ya Allah," menjadi fenomena yang susah untuk dilupakan bagi pemirsa
Namun, waktu berlalu, dan sang bintang cilik pun beranjak dewasa. Baim Alkatiri telah menjauh dari hiruk pikuk industri hiburan yang telah mengangkat namanya dan telah menemukan jalan baru yang lebih menarik dan menantang.
Ia memilih untuk berubah menjadi pengusaha muda yang membangun bisnisnya sendiri daripada berperan sebagai aktor.
Nama Baim kembali dibicarakan publik, bukan karena peran baru di film, tetapi karena dedikasinya untuk mendirikan merek parfum lokal.
Perjalanannya ini menunjukkan bahwa bakat dan semangat berusaha dapat datang dari mana saja, bahkan dari seorang mantan aktor cilik.
Menggabungkan kualitas dengan daya tarik lokal, merek parfum Baim telah menarik perhatian banyak orang.
Ia menunjukkan bahwa bisnis bukanlah hanya tentang modal tetapi juga tentang strategi dan semangat.
Dikutip dari Instagram @ussfeeds, ia berhasil melaju sebagai salah satu peserta dalam reality show bergengsi "Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas".
Acara ini dirancang khusus untuk menunjukkan potensi besar para wirausahawan lokal dan memberi mereka kesempatan untuk bersinar, menunjukkan puncak dari kegigihan Baim.
Baim Alkatiri dan merek parfumnya berhasil mencapai sepuluh besar dari ribuan pendaftar. Semua upaya yang ia lakukan selama ini berbuahkan hasil yang indah.
Ini bukan hanya kompetisi, melainkan sebuah sekolah bisnis yang intensif yang akan membantu usaha kecil dan menengah (UMKM) maju ke tingkat yang lebih tinggi.
Setiap episode acara tersebut adalah arena persaingan ide. Para kontestan tidak hanya ditantang untuk menjual, mereka juga ditantang untuk mempelajari berbagai elemen penting dari bisnis kontemporer.
Mulai dari membuat produk baru hingga membuat konten inovatif yang dapat menarik perhatian orang.
Logistik dan efisiensi rantai pasokan adalah contoh dari masalah yang dihadapi selain masalah pemasaran.
Baim harus membuktikan kemampuan untuk mengelola perusahaannya secara sistematis dan konsisten dari hulu ke hilir.
Sesi presentasi investor adalah bagian tersulit dan mungkin yang paling menentukan. Di sini, Baim harus meyakinkan para juri dan calon pemodal bahwa bisnis parfumnya bukan sekadar hobi, melainkan startup dengan banyak potensi keuntungan.
Setiap tantangan pasti menimbulkan banyak tekanan. Namun, ini adalah harga yang harus dibayar untuk bersaing dengan hadiah utama yang sangat menguntungkan.
Yaitu modal usaha sebesar Rp1 miliar, jumlah fantastis yang secara harfiah memiliki kemampuan untuk mengubah nasib sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Baim Alkatiri memberikan kita pelajaran tentang bagaimana ia bisa berkembang dari seorang artis muda yang menangis di layar kaca hingga menjadi seorang pebisnis tangguh yang berani menghadapi investor. Image masa lalu tidak harus membatasi potensi masa depan, menurutnya.
Wirausahawan muda sangat menyukai cerita Baim ini. Ia kini menjadi wajah baru bagi generasi yang ingin membuktikan bahwa jalan konvensional bukan satu-satunya cara untuk sukses.
Baim Alkatiri mengejar menjadi seorang pengusaha sukses selain mengejar Rp1 miliar melalui ajang ini.
Apakah Baim Alkatiri dapat memperluas kerajaan parfumnya dengan mengembalikan mahkota juara dan modal senilai 1 miliar rupiah?
Kisah comeback luar biasa sang mantan bintang cilik ini, yang kini berjuang untuk menjadi Jagoan UMKM Naik Kelas sejati, kini ditunggu-tunggu di seluruh Indonesia. (mutia/BSI)
Editor : Yosep Awaludin