RADAR BOGOR – Aktris ternama Lee Si Young menjadi perbincangan publik setelah membagikan momen pasca persalinannya di sebuah pusat perawatan mewah dengan biaya yang sangat tinggi, sesaat setelah melahirkan putri keduanya.
Melalui akun Instagram pribadinya pada 5 Oktober, Lee Si Young mengumumkan kabar bahagia tersebut sambil menulis.
“Saya menganggap ini sebagai anugerah dari Tuhan untuk ibu saya, dan saya akan membahagiakan Jeong-yoon dan Ssik-ssik seumur hidup mereka,” kata Lee Si Young.
Dikutip dari Naver.Entertaimnet, unggahan tersebut juga menampilkan foto-foto pusat perawatan pasca persalinan tempat Lee Si Young menginap.
Fasilitasnya tampak seperti hotel berbintang lima dengan desain interior elegan dan suasana yang nyaman.
Salah satu hal yang paling menarik perhatian adalah teras luar ruangan yang dilengkapi bak mandi berendam pribadi, memberikan pengalaman relaksasi eksklusif bagi para tamu.
Banyak warganet menilai tempat tersebut bukan sekadar pusat pemulihan pascapersalinan, melainkan destinasi mewah yang memberikan pengalaman layaknya resor kesehatan.
Pusat perawatan yang dipilih Lee Si Young terletak di Yeoksam-dong, Gangnam-gu, Seoul, salah satu kawasan paling elit di Korea Selatan.
Tempat ini juga dikenal luas karena menjadi pilihan sejumlah selebriti papan atas Korea, seperti Kim Hee-sun, Son Ye-jin, Ko So-young, Lee Min-jung, Han Ga-in, Lee Bo-young, hingga Park Shin-hye.
Berdasarkan informasi dari situs resmi pusat tersebut, tipe kamar yang ditempati Lee adalah kelas paling premium, dengan tarif mencapai 50,4 juta won untuk dua minggu, atau sekitar 3,6 juta won per malam.
Selain itu, ada biaya tambahan sekitar 6 juta won untuk layanan perawatan bayi baru lahir. Dengan fasilitas dan layanan berkelas seperti itu, tempat ini memang ditujukan bagi kalangan atas yang menginginkan kenyamanan maksimal selama masa pemulihan pascapersalinan.
Kehadiran Lee Si-young di pusat tersebut juga menimbulkan rasa penasaran publik karena latar belakang kehidupannya yang belakangan cukup menarik perhatian.
Ia menikah dengan seorang pengusaha restoran pada 2017 dan melahirkan putra pertamanya pada tahun 2018.
Namun, pasangan ini resmi bercerai pada Maret tahun ini, sebelum kabar kehamilan keduanya diumumkan beberapa bulan kemudian.
Yang membuat kisah ini semakin menyentuh adalah bagaimana Lee tetap memilih untuk melanjutkan kehamilannya meskipun sudah tidak lagi bersama sang mantan suami.
Dalam pernyataannya, Lee Si Young menjelaskan bahwa selama pernikahannya, ia telah mencoba untuk memiliki anak kedua melalui prosedur fertilisasi in vitro (IVF). Namun, embrio hasil proses tersebut belum sempat ditransplantasikan.
“Kebetulan, ketika kami sedang mendiskusikan perceraian dan semua masalah hukum sedang diselesaikan, pembekuan embrio saya selama lima tahun semakin dekat, jadi saya memutuskan untuk menjalani transplantasi,” ceritanya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa keputusan Lee bukanlah hal yang tiba-tiba, melainkan hasil dari pertimbangan panjang yang penuh emosi dan keberanian.
Ia juga mengungkapkan bahwa mantan suaminya tidak menyetujui keputusannya untuk melakukan transplantasi embrio tersebut.
Meski begitu, Lee tetap teguh dengan keyakinannya dan berkata. “Saya bermaksud menanggung sepenuhnya keputusan saya,” katanya.
Kalimat tersebut mencerminkan sikap independen dan kekuatan pribadi Lee sebagai seorang ibu sekaligus perempuan yang berani mengambil kendali atas hidupnya sendiri.
Kabar ini semakin menarik perhatian publik karena datang hanya beberapa bulan setelah perceraiannya diumumkan.
Banyak penggemar dan warganet memberikan dukungan dan ucapan selamat, menilai Lee sebagai sosok yang tangguh dan inspiratif.
Ia dianggap mampu melewati masa sulit dalam hidupnya dengan elegan dan penuh kasih sayang terhadap anak-anaknya.
Sementara itu, media lokal melaporkan bahwa sang mantan suami, meski terkejut dengan kabar kelahiran anak keduanya, menunjukkan sikap bertanggung jawab dan tetap mendukung proses persalinan serta pengasuhan anak tersebut.
Sikap ini menambah sentuhan manusiawi dalam kisah keluarga Lee Si Young, yang kini menjadi simbol kekuatan seorang ibu yang berjuang sendiri, namun tetap mendapatkan dukungan dari lingkungannya. (Yumna/SV IPB)
Editor : Yosep Awaludin