Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Belajar Memaknai Hubungan dengan Kedewasaan Sikap ala Maudy Ayunda, Pilih Pasangan dengan Kesadaran Penuh

Yosep Awaludin • Selasa, 20 Januari 2026 | 09:20 WIB
Maudy Ayunda saat membagikan refleksi tentang hubungan dewasa melalui video Thoughts on Adult Relationships di kanal YouTube pribadinya, @modmedia.
Maudy Ayunda saat membagikan refleksi tentang hubungan dewasa melalui video Thoughts on Adult Relationships di kanal YouTube pribadinya, @modmedia.

RADAR BOGOR - Memasuki fase dewasa, banyak orang mulai memandang hubungan dari sudut pandang yang berbeda.

Hubungan tidak lagi hanya soal rasa nyaman atau menyenangkan, tetapi juga tentang keselarasan nilai, arah hidup, dan kesiapan untuk tumbuh bersama.

Istilah adult relationships digunakan untuk menggambarkan hubungan yang dijalani dengan kedewasaan sikap, komunikasi, dan nilai hidup yang sejalan.

Pandangan soal hubungan tersebut juga dibagikan oleh aktris dan penyanyi Maudy Ayunda melalui video berjudul 'Thoughts on Adult Relationships' pada kanal YouTube pribadinya, @modmedia.

Dalam video tersebut, Maudy berbicara secara reflektif dan personal tentang bagaimana ia memaknai hubungan dewasa, mulai dari memilih pasangan, menjaga pertemanan, hingga menghargai waktu bersama keluarga.

Berikut adalah pandangan Maudy Ayunda tentang adult relationships yang ia bagikan dalam video tersebut.

Memilih Pasangan dengan Kesadaran Penuh

Menurut Maudy, memilih pasangan hidup merupakan salah satu keputusan terpenting dalam hidup.

Pasangan bukan hanya teman berbagi cerita, melainkan seseorang yang berjalan sebagai satu kesatuan dalam menjalani kehidupan. “You and your partner are one unit,” ujar Maudy.

Ia menjelaskan bahwa banyak keputusan besar akan dijalani bersama pasangan, mulai dari pilihan karier, perencanaan finansial, hingga keputusan soal anak.

Apakah ingin menunda memiliki anak, fokus membangun karier, atau menikmati waktu berdua setelah menikah, semuanya perlu dibicarakan dan diputuskan bersama.

Baca Juga: Investasi di Jabar Tembus Rp296,8 Triliun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi: Mudah-Mudahan Warga Tidak Jadi Pengangguran di Daerah Sendiri

Maudy menilai, jika sejak awal nilai dan cara pandang tidak sejalan, hubungan justru berisiko dipenuhi konflik dan negosiasi yang melelahkan.

Ia menekankan bahwa hidup tidak seharusnya dihabiskan untuk terus berdebat soal hal-hal mendasar.

Pelan-pelan dan Utamakan Keselarasan Nilai

Dalam menjalin hubungan, Maudy juga mengingatkan pentingnya tidak terburu-buru. Ia menyarankan agar setiap orang memberi waktu untuk mengenal diri sendiri dan pasangannya secara utuh, terutama dalam hal nilai dan prinsip hidup.

Alih-alih memilih pasangan karena tekanan lingkungan atau ekspektasi orang lain, Maudy menekankan pentingnya kesadaran diri dan intuisi pribadi.

Ia mengajak untuk bertanya pada diri sendiri “siapa kita sebagai individu” dan “apakah orang tersebut tepat untuk membangun hidup bersama kita”.

Dalam pandangannya, pasangan hidup layaknya “co-founder” dalam kehidupan, dua orang yang membangun sesuatu bersama dengan visi dan misi yang sejalan, bukan hubungan yang berjalan hanya karena kebiasaan atau merasa “sudah waktunya”.

Pertemanan Dewasa yang Lebih Sederhana tapi Bermakna

Selain tentang pasangan, Maudy juga membahas perubahan dalam pertemanan seiring bertambahnya usia.

Ia mengaku pernah merasa tidak percaya diri karena lingkar pertemanannya tidak terlalu luas.

Namun, seiring memasuki fase dewasa, ia menyadari bahwa tanggung jawab yang semakin besar membuat waktu menjadi lebih terbatas.

Menurut Maudy, pertemanan dewasa tidak lagi diukur dari seberapa sering bertemu, tetapi dari seberapa besar rasa percaya.

Baca Juga: Bantuan yang Belum Cair Tahun Lalu Disalurkan 2026, KPM Peralihan PT Pos ke KKS Mulai Terima Saldo Tahap 2 sampai 4 2025

Hubungan yang jumlahnya lebih sedikit, tetapi saling mendukung dan jujur, justru terasa lebih menenangkan.

Ia menilai bahwa pertemanan pada usia dewasa berpusat pada kepercayaan, bukan basa-basi.

Memiliki “inner circle” yang benar-benar hadir sebagai “support system” menjadi hal yang jauh lebih penting dibanding sekadar banyak kenalan.

Waktu Bersama Keluarga Jangan Dianggap Sepele

Di bagian akhir, Maudy menekankan pentingnya keluarga, terutama di tengah kesibukan dan ambisi pada fase dewasa.

Ia mengingatkan bahwa waktu bersama keluarga kerap dianggap selalu ada, padahal kenyataannya bisa hilang tanpa disadari.

Kesibukan kerja memang penting, tetapi Maudy mengajak untuk kembali memprioritaskan hal-hal yang benar-benar bermakna.

Meluangkan waktu untuk keluarga, menurutnya, bukan sesuatu yang bisa terus ditunda. “Focus on stuffs that really matter,” ungkapnya.

Lewat refleksi yang dibagikannya, Maudy Ayunda menggambarkan bahwa hubungan dewasa bukan tentang memiliki banyak relasi, melainkan tentang kualitas hubungan itu sendiri.

Tentang memilih dengan sadar, menjaga kepercayaan, dan hadir sepenuhnya dalam relasi yang dijalani.

Bagi mereka yang tengah berada di fase beranjak dewasa, pandangan Maudy ini menjadi pengingat bahwa hidup bukan tentang siapa yang paling cepat melangkah, melainkan siapa yang paling paham arah dan tujuan langkahnya. (Sarah/Unpad)

Editor : Yosep Awaludin
#maudy ayunda #kedewasaan #hubungan