Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Aurelie Moeremans Dapat Tawaran Jadi Juri Puteri Indonesia 2026, Mimpi yang Sempat Tertahan

Yosep Awaludin • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:20 WIB
Aurelie Moeremans saat diwawancarai Fimela. Potongan wawancara tersebut kembali beredar di media sosial setelah terbitnya buku Broken Strings.
Aurelie Moeremans saat diwawancarai Fimela. Potongan wawancara tersebut kembali beredar di media sosial setelah terbitnya buku Broken Strings.

RADAR BOGOR - Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan publik. Kali ini, bukan karena proyek akting atau karya terbarunya, melainkan tawaran menjadi juri ajang Puteri Indonesia 2026.

Tawaran tersebut menarik perhatian karena berkaitan dengan cerita lama Aurelie Moeremans tentang mimpi yang pernah ia simpan, yaitu mengikuti ajang Puteri Indonesia.

Kisah tersebut sebelumnya diungkap Aurelie Moeremans dalam wawancara bersama Fimela.com sekitar lima tahun lalu yang tayang di kanal YouTube @fimeladotcom.

Dalam wawancara tersebut, Aurelie Moeremans bercerita bahwa keinginannya mengikuti Puteri Indonesia bukan hanya datang dari dirinya sendiri, melainkan juga harapan sang ibu sejak lama.

Ia bahkan mengaku sempat mendapat banyak dorongan untuk mengikuti ajang tersebut, salah satunya karena kemampuannya menguasai lima bahasa.

Namun, mimpi tersebut tidak berlanjut. Masih dalam wawancara yang sama, Aurelie mengungkap bahwa saat itu ia berada dalam hubungan tidak sehat yang menghambat langkahnya untuk mengikuti ajang kecantikan nasional tersebut.

Ia menuturkan bahwa kala itu ia diminta oleh sang pacar untuk membuat tato sebagai bentuk jaminan agar tidak mendaftar, mengingat pada masa tersebut aturan Puteri Indonesia masih melarang peserta memiliki tato.

Cerita tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah Aurelie merilis buku memoarnya, Broken Strings yang memuat kisah tentang pengalaman hidup yang pernah ia lalui.

Seiring terbitnya buku tersebut, potongan wawancara lama Aurelie bersama Fimela kembali dibagikan dan dibicarakan ulang di media sosial.

Pembahasan itu kemudian diperkuat oleh beredarnya video lain di media sosial. Salah satunya diunggah oleh akun TikTok @rere_1704 yang menampilkan pengakuan Aurelie Moeremans tentang pengalaman tersebut ketika ia masih berusia 18 tahun.

Dalam video itu, Aurelie menjelaskan bahwa permintaan membuat tato datang dari mantan pasangannya sebagai bentuk “jaminan” agar ia tidak mengikuti ajang Puteri Indonesia.

Aurelie juga menyebut bahwa proses pembuatan tato tersebut dilakukan dengan disaksikan seorang jurnalis, agar terdapat jejak digital yang menunjukkan bahwa dirinya telah bertato.

Ramainya kembali pembahasan tentang mimpi Aurelie yang sempat tertahan itu kemudian menarik perhatian lebih luas.

Dikutip dari Gorajuara.com, Head of Corporate Communication Mustika Ratu sekaligus perwakilan Yayasan Puteri Indonesia, Mega Angkasa, secara terbuka menawarkan Aurelie Moeremans menjadi juri Puteri Indonesia 2026.

Tawaran tersebut disampaikan melalui Instagram Story akun @angkasamega pada 14 Januari 2026 dengan merepost potongan wawancara Aurelie bersama Fimela.

“Dear @aurelie, kamu juga punya mimpi jadi @officialputeriindonesia? Bagaimana kalau jadi juri aja di PPI 2026,” tulis Mega Angkasa.

Respons publik pun bermunculan. Pada 17 Januari 2026, melalui unggahan Instagram Aurelie saat merayakan ulang tahun anjing peliharaannya, Simon. Salah satu figur publik @abelsoebono turut memberikan komentar.

“Happy birthday Simon! Sehat-sehat kak Aurel. Next jadi juri @officialputeriindonesia 2026 ya! Wujudkan mimpi kecil dan jadi inspirasi,” tulisnya.

Aurelie menanggapi komentar tersebut secara terbuka. Ia menyampaikan bahwa pada April 2026 dirinya akan berada dalam masa pascamelahirkan, sehingga belum memungkinkan untuk mengambil peran tersebut.

“Bulan April itu aku habis lahiran banget. Next year mungkin?,” tulis Aurelie dalam kolom komentar.

Kisah Aurelie Moeremans memperlihatkan bahwa mimpi yang sempat tertunda tidak selalu benar-benar pergi, tetapi bisa kembali hadir pada waktu dan peran yang berbeda. (Sarah/Unpad)

Editor : Yosep Awaludin
#juri #puteri indonesia #aurelie moeremans