RADAR BOGOR - Iqbaal Ramadhan kembali menyapa publik lewat cara yang berbeda. Kali ini, bukan lewat layar atau panggung musik, melainkan lewat sebuah pameran visual bertajuk Dunia Fortuna: Pameran Visual BAALE oleh Lunarsae.
Pameran ini menjadi ruang bagi publik untuk melihat lebih dekat proses kreatif di balik album solo perdana Iqbaal Ramadhan di bawah nama panggung BAALE.
Dalam beberapa waktu terakhir, Iqbaal Ramadhan memang aktif menegaskan identitas barunya di dunia musik.
Lewat BAALE, ia bergerak dengan warna musikal yang condong ke pop-rock bernuansa retro, terinspirasi dari estetika musik era 1990-an. Arah tersebut terangkum dalam album debut Fortuna yang dirilis pada 24 Mei 2024.
Album Fortuna berisi 11 lagu yang disusun sebagai satu kesatuan cerita emosional. Lagu-lagunya antara lain Prafortuna, Cinta Luka Sempurna, Masih Batu, Fortuna, Baik Untukmu, Untuk Kamu, Malam Minggu, Pulang, Di Bawah Lampu, Naluri, dan Musim.
Dunia Fortuna tidak hanya membicarakan musik semata. Mengacu pada informasi dari akun resmi @baale, pameran ini justru mengajak pengunjung untuk menyelami proses visual yang membentuk identitas Fortuna.
Fokus utamanya adalah karya Lunarsae, seorang creative director di BAALE yang merancang identitas visual album tersebut sejak tahap paling awal.
Berbeda dari pameran konvensional yang umumnya menyoroti hasil akhir, Dunia Fortuna justru memberi ruang pada proses.
Eksplorasi visual yang ditampilkan berangkat dari pendekatan serba analog, mulai dari lukisan, coretan doodle, arsip proses kreatif, hingga merchandise yang disusun sebagai satu perjalanan yang utuh, bukan potongan terpisah.
Melalui pendekatan ini, pengunjung diajak menyelami fase-fase awal penciptaan yang sarat rasa ingin tahu, keceriaan, dan keintiman saat berkarya.
Sebuah sisi kreatif yang kerap terpinggirkan di tengah industri yang bergerak cepat dan menuntut hasil instan.
Melalui ruang ini, pengunjung diajak kembali merayakan rasa takjub saat sebuah ide masih mentah, tumbuh, lalu menemukan bentuknya.
Pendekatan tersebut sekaligus menjelaskan mengapa identitas visual Fortuna terasa begitu kuat dan mudah dikenali.
Pameran ini ditulis dan dikuratori oleh Ibrahim Soetomo, dan berlangsung pada 25–31 Januari 2026 di SpaCCCE Jakarta, Grand Wijaya Centre.
Selama periode tersebut, Dunia Fortuna terbuka untuk umum setiap hari pada pukul 11:00 – 20:00 WIB.
Tidak hanya menampilkan arsip dan karya visual, pameran Iqbaal Ramadhan ini juga menghadirkan berbagai workshop. Pengunjung dapat mengikuti workshop poster eksperimental, kolase media, hingga animasi mix media yang dipandu langsung oleh tim kreatif BAALE.
Pendaftaran workshop dapat dilakukan melalui tautan https://tinyurl.com/bincangdokumentasi. Seluruh rangkaian kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis dengan kuota peserta yang terbatas. (Sarah/Unpad)
Editor : Yosep Awaludin