RADAR BOGOR - Nama Amel Carla telah lama melekat di ingatan publik sebagai artis cilik yang tumbuh besar di bawah sorotan kamera.
Namun, seiring waktu, Amel Carla membuktikan bahwa panggung hiburan bukan satu-satunya ruang tempat ia menaruh masa depan.
Di balik gemerlap dunia seni peran, Amel Carla menapaki jalur lain yang tidak kalah serius, yakni pendidikan.
Setelah menuntaskan studi Sarjana Hukum di Universitas Indonesia pada 2023 dengan predikat cumlaude, Amel kini bersiap melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Ia resmi diterima di University of Melbourne, Australia, untuk program Master of Laws (LLM), dengan rencana perkuliahan dimulai pada pertengahan 2026.
Kabar tersebut pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan sang kakak, Ahmad Dekatama atau yang dikenal dengan nama Pasming Based pada akun Instagram pribadinya, @ahmad.dekatama.
Dalam unggahan itu, sang kakak membagikan potret kebersamaan dengan kedua adiknya, disusul unggahan Letter of Acceptance (LoA) dari University of Melbourne atas nama Amel.
Respons warganet pun mengalir hangat, sekaligus membuka kembali sisi perjalanan pendidikan Amel yang jarang tersorot media.
Langkah melanjutkan studi ke luar negeri ini menegaskan bahwa popularitas sejak usia belia tidak membuat Amel berhenti pada pencapaian di dunia hiburan semata.
Pendidikan tetap menjadi pijakan yang ia rawat dengan serius, bahkan ketika sorotan publik tidak lagi seintens pada masa awal kariernya.
Meskipun perkuliahan baru akan dimulai sekitar Juli 2026, Amel memilih tidak berdiam diri. Ia memanfaatkan waktu yang ada dengan persiapan matang, termasuk aktif mencari peluang beasiswa.
Biaya pendidikan di luar negeri yang tidak sedikit menjadi pertimbangan realistis, sehingga ia ingin memastikan setiap langkah yang diambil selaras dengan kesiapan finansialnya.
Di sela-sela persiapan akademik, Amel juga merencanakan perintisan usaha pribadi berupa kafe yang akan dibuka di Solo.
Rencana ini menjadi ruang eksplorasi minatnya di luar dunia hukum, sekaligus upaya membangun kemandirian finansial sebelum berangkat menempuh studi ke Australia.
Terinspirasi Jejak Keluarga
Keputusan Amel melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri tidak lahir dari ruang hampa. Lingkungan keluarga yang kuat secara akademik turut membentuk pandangannya.
Sang kakak laki-laki, Ahmad Dekatama, lebih dulu meraih gelar Master of Laws (LLM) dari Columbia University, Amerika Serikat, melalui beasiswa LPDP.
Sementara kakak perempuannya, Lintang Aqmarina, menyelesaikan studi Master of Business Administration (MBA) di University of Manchester, Inggris, juga dengan beasiswa LPDP.
Jejak yang baik dalam dunia akademik tersebut diperkuat oleh sosok sang ayah, Qomaruz Zaman, lulusan S1 Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung dan S2 Master of Business Administration Universitas Indonesia.
Saat ini, ia menjabat sebagai Director of Finance and Administration di PT Pupuk Kalimantan Timur.
Latar belakang keluarga inilah yang menjadikan pendidikan bukan sekadar pilihan, melainkan tradisi yang dijaga dalam keluarga mereka.
Alasan Amel Memilih University of Melbourne
Pilihan University of Melbourne pun bukan tanpa alasan personal. Amel Carla mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Australia, negara luar negeri pertama yang ia kunjungi pada 2011.
Di sisi lain, kuatnya budaya kopi di Melbourne turut menarik perhatiannya, sejalan dengan ketertarikannya merintis bisnis kafe.
la bahkan tertarik membandingkan kultur ngopi di Indonesia, khususnya Jakarta dan Solo dengan Melbourne.
University of Melbourne sendiri dikenal sebagai salah satu universitas terkemuka dunia dan secara konsisten menempati jajaran 20 besar universitas global dalam berbagai pemeringkatan internasional.
Kampus ini juga menjadi almamater sejumlah tokoh publik Indonesia, termasuk jurnalis senior Najwa Shihab.
Langkah Amel Carla melanjutkan studi ke kampus tersebut sekaligus mencerminkan potret baru selebritas Indonesia. Karier di industri hiburan tidak lagi menjadi satu-satunya tujuan.
Pendidikan tinggi kini dipandang sebagai investasi jangka panjang, ruang bertumbuh, dan cara memperluas peran di luar panggung hiburan. (Sarah/Unpad)
Editor : Yosep Awaludin