RADAR BOGOR – Perayaan Hari Film Nasional tahun ini terasa berbeda. Aktor sekaligus sutradara Baim Wong menghadirkan momen spesial.
Baim Wong memberikan ruang bagi individu penyandang down syndrome untuk tampil dan menunjukkan potensi mereka.
Dikutip dari unggahan Instagram @baimwong pada 31 Maret 2026, perayaan tersebut dilakukan dengan cara yang lebih bermakna, yakni memberi kesempatan kepada dua sosok inspiratif, Alim dan Vanessa.
Baca Juga: 3 Kali Gagal ke Piala Dunia, Mungkin Akan Berbeda Jika Proposal Revolusi Roberto Baggio Dijalankan
"Memberi ruang. Memberi kesempatan," tulis Baim Wong dalam keterangan unggahannya.
Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa Alim dan Vanessa merupakan individu dengan Down Syndrome yang memiliki mimpi untuk bersinar.
Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa dunia perfilman tidak hanya tentang cerita, tetapi juga tentang siapa yang diberi kesempatan untuk menyampaikan cerita tersebut.
Baca Juga: Nama Bupati Bogor Rudy Susmanto Dicatut Tanpa Izin, LSM PRB Desak Klarifikasi dan Permintaan Maaf
"Karena film bukan hanya tentang cerita, tapi tentang siapa yang diberi kesempatan untuk bercerita," lanjutnya.
Momen tersebut pun berlangsung hangat dan penuh dukungan. Terlihat dalam dokumentasi yang dibagikan, keduanya tampil di hadapan publik dengan penuh percaya diri, disambut antusias oleh para penonton yang hadir.
Kegiatan ini juga turut dimeriahkan dengan berbagai dukungan dari sejumlah pelaku usaha, mulai dari sajian makanan hingga camilan yang menambah suasana semakin meriah.
Langkah yang dilakukan Baim Wong ini pun mendapat apresiasi dari warganet. Banyak yang menilai bahwa inisiatif tersebut menjadi bentuk nyata inklusivitas dalam industri perfilman Indonesia.
Melalui momen ini, pesan tentang pentingnya memberi ruang dan kesempatan bagi semua kalangan kembali ditegaskan, khususnya dalam dunia kreatif yang seharusnya terbuka untuk siapa saja.
Sebagai informasi tambahan, peringatan Hari Film Nasional setiap tahunnya menjadi momentum untuk merayakan perkembangan industri film Tanah Air sekaligus mendorong lahirnya karya-karya yang lebih inklusif dan beragam. (Fadhil/Polimedia)
Editor : Yosep Awaludin