Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Viral! Tagline Nyeleneh Usaha Kuliner Milik Aldi Taher Curi Perhatian, Ternyata Ini Makna Dibaliknya

Yosep Awaludin • Rabu, 8 April 2026 | 15:00 WIB
Aldi Taher mengungkap makna di balik tagline viral Aldi’s Burger dalam podcast bersama Raditya Dika. (Foto: YouTube @radityadika)
Aldi Taher mengungkap makna di balik tagline viral Aldi’s Burger dalam podcast bersama Raditya Dika. (Foto: YouTube @radityadika)

RADAR BOGOR - Usaha kuliner milik Aldi Taher kembali jadi sorotan. Aldi’s Burger di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, viral di media sosial berkat strategi pemasaran yang tak biasa dan tagline khas yang sulit dilupakan.

Kalimat promosi seperti Aldis Burger Cempaka Putih rotinya lembut, dagingnya juicy Lucy, Mahalini, Rizky Febian, bisa pesan online ramai beredar di berbagai platform.

Gaya penulisan yang terkesan acak, absurd, namun repetitif ini justru memancing rasa penasaran dan membuat banyak orang ikut membicarakannya.

Baca Juga: Ditinggal Pulang Kampung, Rumah di Parung Bogor Hangus Terbakar Akibat Korsleting Listrik

Tidak berhenti di situ, frasa “Semua burger milik Allah” turut memperkuat ciri khas promosi Aldi yang spontan dan di luar pola konvensional.

Dalam podcast YouTube bersama Raditya Dika, Aldi Taher mengungkap bahwa semua itu berawal dari kebutuhan sederhana, yakni mempromosikan usahanya.

Ia menuliskan kalimat-kalimat tersebut secara spontan di berbagai kolom komentar media sosial, khususnya di platform Threads yang saat itu baru ia gunakan.

Baca Juga: Lagi Viral, Wisata Keluarga plus Playground Terbesar Jaraknya Gak Jauh dari Bogor HTM Rp35 Ribu Lokasinya di Sini

Tanpa mempertimbangkan konteks unggahan, ia hanya berupaya agar nama usahanya terus muncul dan terbaca. “Pokoknya kirim saja,” menjadi pendekatan yang ia lakukan saat itu.

Menariknya, saat ditanya mengenai makna di balik susunan kalimat tersebut, Aldi mengakui bahwa tidak semua bagian dirancang sejak awal.

Beberapa frasa memang memiliki tujuan sederhana, seperti “Cempaka Putih” untuk menunjukkan lokasi, serta “rotinya lembut” dan “dagingnya juicy” untuk menggambarkan produk.

Baca Juga: Update CPNS 2026: Tahap Usulan Formasi Resmi Berakhir, Intip Prediksi Jadwal Pendaftarannya di Sini

Sementara itu, penyebutan nama penyanyi seperti Mahalini dan Rizky Febian awalnya muncul secara spontan.

Namun, dalam perbincangan tersebut, Aldi Taher kemudian menyadari bahwa bagian itu dapat dimaknai sebagai satu rangkaian kalimat dengan penutup “bisa pesan online”, seolah ingin menunjukkan bahwa siapa pun bisa memesan secara online.

Karena ditulis tanpa jeda yang jelas, makna tersebut justru tertutup oleh susunan kalimat yang terasa campur aduk.

Di sisi lain, justru dari situlah lahir kesan unik yang membuatnya mudah diingat dan viral.

Baca Juga: Seleksi CPNS Segera Dimulai! Pemkot Bogor Usul 274 Formasi, Didominasi Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Adapun frasa “Semua burger milik Allah” disebut sebagai ungkapan spontan yang berangkat dari kebiasaan Aldi menyisipkan nilai religius dalam kesehariannya.

Alih-alih menjadi kelemahan, gaya promosi yang tidak rapi ini justru menjadi kekuatan.

Di tengah banjir konten yang seragam, pendekatan yang jujur, spontan, dan sulit ditebak seperti ini terasa lebih menonjol.

Baca Juga: Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Kemenimipas Gelar Cek Kesehatan Gratis dan Bansos untuk Warga Cibinong

Fenomena ini menunjukkan bahwa dalam dunia digital, perhatian publik tidak selalu dimenangkan oleh strategi yang paling terstruktur.

Terkadang, hal yang sederhana, bahkan terkesan acak, justru lebih mudah diingat dan cepat menyebar. (Sarah/Unpad)

Editor : Yosep Awaludin
#usaha kuliner #aldi taher #media sosial