RADAR BOGOR – Nadhif Basalamah, musisi muda berbakat pelantun lagu “penjaga hati” mengungkapkan pengalaman tidak menyenangkan yang selama ini dialaminya, yakni menjadi korban perbuatan tak menyenangkan di media sosial.
Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Nadhif Basalamah melalui akun media sosial pribadinya di platform X (Twitter).
Dalam unggahannya, Nadhid Basalamah mengaku sudah cukup lama menerima berbagai komentar yang mengarah pada perbuatan tak menyenangkan, baik dalam bentuk tulisan maupun pesan pribadi.
Nadhif menyebut bahwa tindakan tersebut kerap datang dari warganet yang tidak dikenal.
Bahkan, komentar-komentar itu dinilai sudah melewati batas dan membuatnya merasa sangat tidak nyaman sebagai seorang individu, bukan hanya sebagai publik figur.
Dalam pernyataannya, Nadhif juga mengungkapkan kondisi emosional yang ia rasakan saat menuliskan curhatan tersebut.
Baca Juga: Dinilai Remehkan Timnas Prancis, Lamine Yamal Jadi Sasaran Kritik Netizen
Ia mengaku gemetar dan membutuhkan keberanian besar untuk akhirnya speak up mengenai hal yang selama ini ia pendam.
“Ini bukan sesuatu yang mudah untuk saya sampaikan,” ungkapnya dalam unggahan tersebut.
Lebih lanjut, Nadhif Basalamah menegaskan bahwa perbuatan tak menyenangkan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan.
Ia menolak anggapan sebagian orang yang menganggap bahwa seorang public figur harus siap menerima segala bentuk komentar, termasuk yang bersifat tidak pantas.
Menurutnya, setiap orang tetap memiliki batasan dan hak untuk dihormati, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran bersama dalam menggunakan media sosial secara bijak.
Tak hanya itu, Nadhif secara tegas meminta kepada para pelaku untuk menghentikan tindakan tersebut.
Ia berharap tidak ada lagi komentar atau perlakuan serupa yang merugikan dirinya maupun orang lain.
Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian publik dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Banyak warganet yang memberikan dukungan moral kepada Nadhif serta mengapresiasi keberaniannya untuk berbicara.
Baca Juga: Warga Bogor Wajib Tahu! Micro Cinema Pertama di Indonesia Hadir di Bogor, Tiket Rp15 Ribuan
Sejumlah netizen juga turut mengecam tindakan pelecehan yang dialami sang musisi.
Mereka menilai bahwa hal tersebut merupakan masalah serius yang tidak boleh dianggap sepele, terutama di era digital saat ini.
Fenomena ini kembali membuka diskusi luas mengenai etika bermedia sosial dan pentingnya menjaga sikap dalam berinteraksi di dunia maya.
Kasus yang dialami Nadhif Basalamah menjadi pengingat bahwa perbuatan tak menyenangkan dapat terjadi kepada siapa saja, tanpa memandang status maupun profesi.
Hingga saat ini, pernyataan dari Nadhif Basalamah masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet.
Banyak pihak berharap agar kejadian ini dapat meningkatkan kesadaran publik untuk lebih menghargai satu sama lain di ruang digital. (Saniah/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin