RADAR BOGOR – Aktris sekaligus model papan atas Luna Maya menunjukkan kepedulian nyata terhadap dunia pendidikan di wilayah Indonesia Timur.
Melalui Yayasan Luna Maya Nawasena, pembangunan gedung sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) itu resmi dimulai di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Rabu, 1 Juli 2026.
Sekolah yang diberi nama TK Sinar Watugong tersebut berlokasi di Dusun Brai, Desa Watu Gong, Kecamatan Maumere.
Infrastruktur Pendidikan ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender, dengan estimasi rampung pada 28 Oktober 2026 mendatang.
“Bahagia bisa menjadi bagian dari perjalanan ini. Semoga sekolah ini menjadi tempat lahirnya mimpi-mimpi baru dan membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak meraih masa depan yang mereka cita-citakan,” ungkap Luna seperti dikutip dari laporan Siska Maria Eviline Senin, 6 Juli 2026.
Amanah Terakhir Sebelum Berpulang
Di balik dimulainya proyek sosial ini, terdapat kisah haru yang melatarbelakanginya.
Baca Juga: Trekking ke Puncak Gunung Keramat, Jalur Pendakian di Sentul dengan View Bikin Betah
Luna Maya mengungkapkan bahwa pengembangan fasilitas pendidikan tersebut dapat terwujud berkat dukungan donasi dari berbagai pihak, termasuk salah satu kontribusi terbesar yang berasal dari mendiang tantenya.
Ia menceritakan bahwa dua minggu sebelum meninggal dunia di rumah sakit, sang tante sempat menghubunginya untuk menitipkan sejumlah dana agar disalurkan kepada pihak yang membutuhkan.
Niat tersebut disambut baik oleh Luna yang kemudian memaparkan rencananya untuk mendirikan sekolah di Maumere.
“Beliau bilang, ‘boleh, tolong diamanahkan uang ini supaya tante pulang nanti punya sesuatu yang ditinggalkan untuk kebaikan,’” kenang Luna mengutip pesan terakhir almarhumah.
Pendidikan Sebagai Fondasi Kemajuan
Bagi Luna Maya, keteribatan aktifnya dalam membenahi infrastruktur Pendidikan didasari atas keyakinan bahwa kesuksesan individu, keluarga, hingga suatu negara selalu bermula dari kualitas Pendidikan yang mumpuni.
Menurutnya, fondasi Pendidikan yang kuat harus didukung oleh ketersediaan fasilitas fisik sekolah yang layak.
Ia juga merefleksikan latar belakang Pendidikannya sendiri untuk memotivasi generasi muda agar tidak pernah patah semangat dalam menuntut ilmu.
“Saya bukan lulusan universitas, hanya SMA. Tapi saya tidak pernah berhenti belajar. Semoga adik-adik ini juga berpikiran yang sama. Saya juga berharap, semakin banyak pihak yang tergerak untuk bahu-membahu mendukung Pendidikan Indonesia,” pungkasnya. (Rana/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin