RADAR BOGOR – Aktris Prilly Latuconsina bersiap kembali ke layar lebar lewat proyek film terbarunya yang berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki.
Dalam acara cast reveal yang digelar oleh rumah produksi Tiger Wong Entertainment, Prilly Latuconsina membagikan antusiasme sekaligus tantangan besar yang harus dihadapinya demi mendalami peran terbarunya tersebut.
Prilly Latuconsina mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama dalam film ini adalah kewajiban untuk menguasai Bahasa Arab.
Saat pertama kali menerima dan membaca skrip, ia sempat terkejut karena meskipun dialognya tertulis dalam Bahasa Indonesia, terdapat instruksi khusus di dalam kurung yang mengharuskannya berdialog menggunakan Bahasa Arab.
“Pas baca skrip, semuanya kan Bahasa Indonesia, tapi ada tanda kurungnya Bhasa Arab. Aku nanya kan ke Kak Baim, Kak ini dialognya maksudnya Bahasa Arab?’ Iya, jadi nanti kamu les Bahasa Arab dulu ya,” ujar Prilly Latuconsina menirukan percakapannya dengan sang sutradara, Baim Wong.
Dalam film ini, Prilly akan memerankan karakter bernama Rizki. Ia menggambarkan Rizki sebagai sosok anak yang penurut, pendiam, dan tidak banyak bicara, namun memiliki mimpi serta cita-cita besar yang dipendam sendiri. Karakter ini dinilai membawa pesan penting yang sangat krusial untuk disuarakan melalui medium film.
Baca Juga: Siap Cuci Gudang! Manchester City Masukan Enam Bintang ke Daftar Jual
Selain kendala Bahasa, Prilly membeberkan tantangan berat lainnya, yaitu menjaga profesionalisme untuk tidak tertawa selama persiapan.
Proyek yang disutradarai oleh Baim Wong ini dikemas dengan unsur komedi yang sengat kental, bahkan sejak proses pembacaan naskah.
Menurut Prilly, banyak adegan yang secara narasi sebutulnya merupakan adegan drama serius, namun dibangun dalam situasi yang sangat jenaka. Hal ini membuat para actor, termasuk dirinya, kesulitan untuk tetap bertahan di dalam karakter.
Kendati dipenuhi berbagai tantangan fisik dan ruang peran, Prilly Latuconsina menegaskan bahwa proses pra-produksi film ini berjalan dengan sangat meneyenangkan.
Ia mengapresiasi gaya penyutradaraan Baim Wong yang dinilai memberikan kenyamanan bagi para pemerannya. (Rana/Tazkia)
Editor : Yosep Awaludin