RADAR BOGOR – Presenter sekaligus pengusaha Ruben Onsu akhirnya memberikan klarifikasi terkait polemik yang ramai diperbincangkan di media sosial mengenai mekanisme pemberian nafkah kepada anak-anaknya.
Penjelasan tersebut disampaikan Ruben Onsu setelah berbagai spekulasi dan opini publik bermunculan menyusul kehidupan pribadinya pasca-perpisahan.
Ruben Onsu menilai perlu memberikan penjelasan agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi asumsi yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.
Menurutnya, langkah tersebut juga dilakukan demi menjaga kepentingan serta masa depan anak-anaknya.
Ruben Benarkan Adanya Sistem Reimburse
Dalam keterangannya, Ruben Onsu mengakui bahwa mekanisme reimburse atau penggantian biaya memang diterapkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan anak-anaknya.
Ia menjelaskan sistem tersebut merupakan kesepakatan dalam pengelolaan pengeluaran setelah dirinya dan mantan pasangan menjalani kehidupan masing-masing.
Baca Juga: Kualifikasi Liga Champions Strum Grax vs Hearts 22 Juli 2026, Begini Prediksinya
Mekanisme itu belakangan menjadi sorotan publik karena dianggap tidak lazim dalam urusan keluarga.
Namun, Ruben menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan cara yang dipilih agar pengelolaan kebutuhan anak dapat berjalan lebih tertata dan terukur.
Minta Transparansi Pengeluaran demi Bukti Tanggung Jawab
Ruben mengatakan dirinya meminta setiap pengeluaran anak disertai rincian dan bukti pembayaran sebagai bentuk transparansi.
Menurutnya, langkah tersebut bukan dilandasi rasa tidak percaya, melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban yang dapat dipertanggungjawabkan di kemudian hari.
"Saya meminta rincian pengeluaran secara jelas karena semua dokumen itu nantinya akan menjadi bukti nyata bagi anak-anak ketika mereka dewasa. Mereka bisa mengetahui bagaimana saya menjalankan tanggung jawab sebagai seorang ayah," ungkap Ruben.
Ia menambahkan, seluruh catatan dan nota pengeluaran disimpan sebagai dokumentasi yang dapat menunjukkan bahwa kebutuhan anak-anak tetap menjadi prioritas.
Ruben Akui Kecewa dengan Penilaian Publik
Di sisi lain, Ruben mengaku kecewa karena setiap kali meminta laporan pengeluaran atau mengajak berdiskusi mengenai kebutuhan anak, situasi justru kerap berkembang menjadi perdebatan.
Menurutnya, kondisi tersebut kemudian memunculkan anggapan negatif di masyarakat yang menilai dirinya sebagai sosok yang emosional.
"Saya hanya berusaha menjalankan tanggung jawab dan meminta keterbukaan. Namun, setiap kali membahas hal itu justru sering berujung pada konflik sehingga muncul penilaian yang tidak sesuai dengan kenyataan," tuturnya.
Enggan Menanggapi Isu Mantan Ayah
Ruben juga menyinggung istilah "mantan ayah" yang sempat ramai dibahas di media sosial.
Baca Juga: DPRD Kabupaten Bogor Dukung Regulasi Penanganan LGBT, Pemkab Siapkan Payung Hukum
Ia memilih untuk tidak memperpanjang polemik tersebut karena merasa tidak ada manfaat yang bisa diperoleh dari perdebatan yang terus berkembang di ruang publik.
"Saya sudah berada di titik lelah untuk menanggapi berbagai komentar yang berkembang. Dalam persoalan keluarga seperti ini, tidak ada pihak yang benar-benar diuntungkan," kata Ruben.
Ia berharap persoalan yang berkaitan dengan keluarga tidak terus menjadi konsumsi publik dan meminta agar perhatian tetap diarahkan pada kepentingan terbaik bagi anak-anaknya.
Klarifikasi yang disampaikan Ruben Onsu diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai alasan di balik sistem reimburse yang diterapkannya, sekaligus meluruskan berbagai informasi yang selama ini berkembang di media sosial. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin