RADAR BOGOR – Presenter kondang sekaligus pencinta satwa sejati, Irfan Hakim, kembali membagikan momen seru dalam petualangan faunanya.
Kali ini, Irfan Hakim berkesempatan mengunjungi penangkaran satwa eksotis dan berinteraksi secara intim dengan kawanan Lemur.
Melalui kunjungan karismatiknya tersebut, Irfan Hakim tidak hanya sekadar bermain, melainkan juga mengulik berbagai fakta ilmiah unik serta karakteristik menarik dari primata asal Madagaskar tersebut yang jarang diketahui publik.
Interaksi interaktif ini sekaligus memperlihatkan bagaimana tingkat keberhasilan konservasi satwa luar negeri di lembaga pencinta fauna lokal.
Momen Hangat Interaksi Dekat dan Suksesnya Kembang Biak Lemur
Dalam kunjungannya, Irfan Hakim mendapatkan kesempatan langka untuk memberikan makanan secara langsung dari jarak yang sangat dekat.
Ia terlihat sangat antusias saat berinteraksi dengan induk lemur serta anaknya yang masih sangat kecil, diperkirakan baru menginjak usia 3 hingga 4 bulan.
Anak lemur tersebut tampak sehat dan sudah mulai aktif melompat ke sana kemari.
Kondisi lingkungan yang kondusif membuat kawanan lemur di tempat ini berhasil berkembang biak dengan sangat baik.
Selain kehadiran anak lemur yang menggemaskan tersebut, pihak pengelola juga mengabarkan kabar bahagia bahwa ada salah satu lemur betina lain di dalam kelompok tersebut yang kondisinya saat ini sedang bunting.
Karakteristik Unik: Dari Perang Bau Hingga Kepemimpinan Betina
Petualangan Irfan Hakim kali ini juga membuka wawasan baru mengenai sistem sosial dan pertahanan diri lemur.
Berbeda dari primata pada umumnya, kelompok lemur menganut sistem matriarki, di mana pemimpin tertinggi atau individu "alfa" di dalam kelompok justru merupakan seekor betina, bukan jantan.
Selain itu, sifat alami mereka cenderung relatif jinak, tenang, dan sangat terbiasa dengan kehadiran manusia, berbeda dengan beberapa jenis primata lokal yang agresif.
Hal unik lain yang terungkap adalah metode komunikasi mereka. Lemur memiliki kelenjar bau khusus di bagian dada dan pergelangan tangan.
Bau tersebut sering mereka oleskan ke bagian ekor panjangnya sebagai identitas kelompok.
Ketika terjadi perebutan wilayah dengan kelompok lain, mereka akan melakukan "perang bau" dengan cara mengibas-ngibaskan ekornya, sehingga konflik fisik yang parah atau saling melukai bisa dihindari.
Usulan Nama Istimewa dari Sang Presenter untuk Anak Lemur
Di penghujung sesi kunjungannya yang penuh keseruan, Irfan Hakim diminta untuk ikut berpartisipasi dalam memberikan usulan nama bagi anak lemur yang baru lahir tersebut.
Baca Juga: Bakmi Cikini di Cibinong, Hidden Gem Bakmi dengan Mi Buatan Sendiri yang Autentik
Karena usia yang masih sangat muda, pihak perawat satwa memang belum bisa mengidentifikasi secara pasti apa jenis kelamin dari anak lemur tersebut.
Irfan pun dengan antusias memberikan dua opsi nama yang unik dan mudah diingat.
Jika nantinya hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa anak lemur tersebut berjenis kelamin jantan, maka akan diberi nama Jack.
Sementara itu, jika terbukti berjenis kelamin betina, anak lemur yang lincah tersebut akan resmi dinamai Jen. (Dimas/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin