RADAR BOGOR – Kembalinya grup musik indie Banda Neira ke panggung musik pada Oktober 2024 menjadi perhatian publik. Di balik momen tersebut, keputusan mantan vokalisnya, Rara Sekar, untuk tidak kembali bergabung juga memicu rasa penasaran para penggemar.
Rara Sekar memilih melanjutkan perjalanan hidup dan kariernya di luar nama besar Banda Neira dengan menitikberatkan perhatian pada dunia akademik, riset, serta aktivisme sosial.
Keputusan Rara Sekar itu sejatinya telah mulai terlihat sejak masa kejayaan Banda Neira pada 2015–2016.
Baca Juga: 3 Film Religi Indonesia yang Bikin Haru dan Penuh Makna, Wajib Masuk Daftar Tontonan
Saat itu, Rara memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi Magister Antropologi Budaya di Victoria University of Wellington.
Kesempatan menempuh pendidikan di Selandia Baru membuat fokusnya bergeser. Ia memilih mendalami penelitian sosial, pendidikan, dan isu-isu kebudayaan dibandingkan tetap aktif di industri musik.
Setelah menyelesaikan studinya, Rara tidak kembali ke jalur musik arus utama. Ia justru membangun proyek musik solo dengan nama hara, yang menjadi ruang berekspresi sesuai dengan nilai-nilai yang diyakininya.
Baca Juga: PWI Pusat dan Hotman Paris Sepakat Akhiri Polemik Usai Dimediasi Sufmi Dasco
Lewat proyek tersebut, Rara banyak mengangkat tema-tema seperti pelestarian lingkungan, pertanian berkelanjutan, feminisme, hingga hak asasi manusia.
Musik baginya menjadi medium untuk menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap berbagai isu sosial.
Banda Neira sendiri resmi mengakhiri perjalanannya pada Desember 2016 melalui keputusan bersama para personelnya. Kini, grup tersebut kembali hadir dengan formasi baru yang digawangi Ananda Badudu bersama vokalis Sasha Camilla.
Baca Juga: KPP se-Kabupaten Bogor Gelar Forum Konsultasi Publik, Jelaskan 3 Aturan Baru bagi Wajib Pajak
Sementara itu, Rara Sekar tetap konsisten menapaki jalannya sendiri sebagai akademisi, aktivis, sekaligus musisi independen. Keputusannya meninggalkan popularitas Banda Neira menjadi cerminan komitmen untuk menjalani karier yang selaras dengan prinsip dan nilai hidup yang ia yakini. (Dimas/Unpak)
Editor : Rani Puspitasari Sinaga