RADAR BOGOR - Kuasa hukum Ruben Onsu membantah klaim bahwa pembangunan rumah Cilandak seluruhnya dilakukan oleh Sarwendah dan ayahnya.
Ia menegaskan memiliki bukti pencairan pinjaman bank senilai Rp10,1 miliar, lengkap dengan rincian transaksi biaya renovasi. Bukti ini disampaikan untuk meluruskan klaim sepihak yang beredar di publik.
Kuasa Hukum Membuktikan Aliran Dana Rp10,1 Miliar
Kuasa hukum Ruben Onsu menegaskan sudah membuktikan ke mana dana pinjaman bank tersebut mengalir.
Pembuktian ini penting karena sempat beredar isu bahwa uang itu digunakan untuk bisnis Ruben yang akhirnya gulung tikar.
Baca Juga: Rizky Billar Laporkan Enam Akun Media Sosial, Tegaskan Tutup Pintu Maaf
"Berapa dapatnya? 10,1 miliar dari bank. Kemarin kan kami sudah buktikan ya, 10,1 miliar ke mana uangnya," ujarnya.
Ia menambahkan, pembuktian ini juga menjawab tudingan bahwa dana tersebut habis akibat bisnis Ruben yang tidak berjalan.
Pihak Ruben Onsu Membuktikan Perannya di Rumah Cilandak
Selain soal aliran dana, kuasa hukum Ruben juga merespons pernyataan yang menyebut rumah tersebut sepenuhnya dibangun oleh Sarwendah dan ayahnya.
Menurutnya, klaim itu perlu diluruskan dengan bukti konkret.
Baca Juga: Warga Bogor Bisa Ikut, Cek Kuota Tiket Upacara HUT RI ke-81 di Istana Merdeka
"Tambah lagi ada satu pengakuan rumah itu yang bangun seluruhnya dia dan papanya. Wajar dong kalau kami kemudian membuktikan bahwa rumah yang baru itu pun renovasinya Ruben ada peran," jelasnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak menampik kontribusi Sarwendah, melainkan hanya ingin menunjukkan bahwa Ruben turut berperan dalam pembiayaan renovasi.
Tujuan Pembuktian Rincian Biaya Ini
Lebih lanjut, kuasa hukum menjelaskan bahwa pembuktian ini bukan soal saling menyerang, melainkan soal transparansi. Ia ingin memastikan kontribusi finansial masing-masing pihak tercatat jelas.
Baca Juga: Rahasia Kentang Goreng Mentega Bawang yang Renyah di Luar dan Lembut di Dalam
"Uang saya sendiri kan Ruben enggak pernah bilang dia enggak ada duit. Kalaupun memang ada, Ruben cuma bilang kok mana perinciannya, kita hitung-hitungan biar tahu bahwa uang kamu juga ternyata ada masuk," tuturnya.
Pernyataan ini menegaskan, langkah hukum yang ditempuh Ruben berfokus pada kejelasan data, bukan sekadar polemik personal semata.***