RADAR BOGOR – Aktris Jenna Ortega kembali menjadi sorotan setelah mengungkap pengalaman pribadi yang selama ini jarang dibicarakannya.
Pemeran Wednesday Addams dalam serial Wednesday itu, menceritakan perjuangannya menghadapi gangguan anoreksia yang berkaitan dengan kebiasaannya mengabaikan kebutuhan tubuh ketika masih berkarier di usia muda.
Pengakuan Jenna Ortega itu mendapat perhatian luas dari publik karena memperlihatkan sisi lain kehidupan seorang aktris yang sejak kecil sudah berada di tengah tuntutan industri hiburan.
Dilansir dari media sosial Instagram @nyata_media, cerita Jenna Ortega juga kembali membuka pembahasan mengenai tekanan fisik maupun mental yang dapat dialami para pekerja seni, khususnya mereka yang terjun ke dunia hiburan sejak usia anak-anak.
Jenna Ortega Ceritakan Pengalaman Saat Jadi Aktris Cilik
Dalam wawancara bersama majalah Esquire, Ortega yang lahir pada 27 September 2002 mengungkapkan pengalaman ketika dirinya pertama kali menjalani kehidupan sebagai aktris cilik.
Pada masa tersebut, ia mengaku pernah terlalu fokus menjalani pekerjaan hingga mengabaikan kebutuhan dasar tubuh.
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Tahap 3 2026 Mulai Cair, Saldo KKS BRI, BNI, Mandiri, dan BSI Dipantau
Saat proses produksi berlangsung, Ortega bahkan menyebut dirinya pernah sengaja tidak makan dan tidak minum sepanjang hari.
Kebiasaan tersebut kemudian disadari sebagai sesuatu yang tidak sehat. Ortega mengakui bahwa ketika masih kecil, dirinya belum mampu memberikan perhatian yang semestinya terhadap kondisi tubuh dan kesehatan pribadi.
Meski demikian, pengalaman tersebut tidak semata-mata muncul karena tekanan pekerjaan.
Ortega menjelaskan bahwa ketika itu dirinya begitu antusias dan merasa bersyukur telah mendapatkan kesempatan untuk berakting di usia yang masih sangat muda.
Memulai Karier Akting Sejak Usia Sembilan Tahun
Jenna Ortega telah mengenal dunia akting sejak usia sembilan tahun. Perjalanan kariernya kemudian berkembang melalui sejumlah proyek televisi yang membuat namanya semakin dikenal.
Salah satu peran yang membesarkan namanya adalah ketika ia tampil dalam serial komedi Disney Channel, Stuck in the Middle, yang tayang pada 2016 hingga 2018.
Ia juga pernah memerankan karakter Jane versi muda dalam serial Jane the Virgin. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Ortega sebelum akhirnya meraih popularitas internasional.
Peran Wednesday Bawa Jenna Ortega ke Puncak Popularitas
Nama Jenna Ortega semakin mendunia setelah dipercaya memerankan Wednesday Addams dalam serial Wednesday produksi Netflix.
Karakter tersebut membuat Ortega memperoleh pengakuan global dan menjadikannya salah satu aktris muda yang paling banyak diperbincangkan.
Serial Wednesday juga mencatat pencapaian besar dari sisi jumlah jam penayangan di platform streaming tersebut.
Baca Juga: Pendaftaran Bansos Makin Mudah, Digitalisasi PKH Pangkas Proses hingga Ratusan Hari
Namun, di balik kesuksesan itu, pengalaman Ortega menunjukkan bahwa perjalanan seorang aktor muda di industri hiburan juga dapat diiringi tekanan terhadap kesehatan fisik maupun mental.
Pengakuan Jenna Ortega Picu Dukungan Penggemar
Cerita mengenai perjuangannya menghadapi gangguan makan kembali menyoroti persoalan body image atau citra tubuh di industri entertainment.
Anak-anak dan remaja yang memasuki dunia hiburan sejak usia dini dinilai memiliki kerentanan lebih besar terhadap tekanan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan sekaligus menjaga penampilan.
Setelah pengakuan tersebut menjadi perhatian publik, media sosial Jenna Ortega pun dipenuhi berbagai pesan dari penggemar. Dukungan, doa, dan ungkapan kepedulian datang dari berbagai penjuru dunia.
Sebagian penggemar bahkan meminta Ortega mempertimbangkan untuk mengambil waktu istirahat dari aktivitas akting agar dapat lebih memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraannya.
Dukungan tersebut juga berisi dorongan agar aktris keturunan Meksiko-Puerto Riko itu tidak ragu mengambil jeda jika memang dibutuhkan, serta menempatkan pemulihan, istirahat dan kesehatan mental di atas tuntutan pekerjaan.
Pengalaman Jenna Ortega sekaligus menjadi pengingat bahwa kesuksesan di industri hiburan tidak seharusnya mengorbankan kebutuhan dasar dan kesehatan seseorang, terutama bagi mereka yang mulai bekerja sejak usia anak-anak. (Irsyad/Unpak)
Editor : Yosep Awaludin