Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menjajal Desa Wisata Kiarasari, Keindahan dan Menyingkap Misteri Gunung Para Petapa

Administrator • Jumat, 16 Februari 2024 | 16:23 WIB


BOGOR-RADAR BOGOR, Jika kamu ingin menikmati keindahan Bogor sesunggunya, coba sekali-sekali menjelajahi Desa Wisata Kiarasari, yang berlokasi di Desa Kiarasari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.





Desa Wisata Kiarasari, dengan alamnya yang berkontur berundak dan dikelilingi Hutan Halimun membuatnya sebagai kawasan berhawa sejuk dan penuh pesona.





Mayarakat Desa Kiarasari menginduk pada kasepuhan Cipatat kolok dan Kasepuhan Urug yang menjadi puser dayeh Kasepuhan Halimun di tiga kabupaten.





Dilansir dari wisatahalimun.co.id, hal ini telah menjadi simbol perilaku bahwa masyarakat Desa Kiarasari masih taat pada aturan adat yang telah di gariskan leluhurnya.





Baca Juga: Wih! Ada Destinasi Wisata Baru di Pusat Kota Bogor, Wahana Air Wibit di Atas Danau





Ketaatan masyarakat Desa Kiarasari terhadap adat sampai saat ini masih mempengaruhi pola perilaku kehidupan sehari-hari, gaya arsitektur pada pembangunan rumah dan cara bertani serta cara berpikir masyarakat dalam kesehariaannya.





Secara terminologi “Kiarasari” terbentuk dari dua suku kata, yaitu Kiara yang berarti pohon Kiara dan Sari dapat diartikan “isi utama atau pokok isi“. Oleh sesepuh, Kiarasari dimaknakan sebagai sebuah pohon harapan untuk kebaikan utama dan kemajuan masyarakat Desa Kiarasari.





Desa Kiarasari atau Desa Pandak dimekarkan menjadi dua desa, yaitu Desa Kiarapandak dan Desa Kiara pada awal tahun 1979, dan pada tahun 2016, Desa Wisata Malasari dideklarasikan sebagai branding wisata di Kiarasari dengan kampung Cibuluh yang difokuskan sebagai obyek utama wisata perdesaan.





Baca Juga: Wisata Kampung Durian Rancamaya Bogor, Enaknya Mencicipi Sikempis dan Wajit





Kampung Wisata Cibuluh dengan karakter uniknya dikhususkan untuk masyarakat perkotaan yang tidak memiliki kampung, namun ingin merasakan pulang ke desa dan bermukim sebentar dalam nuansa kampung agro diatas bukit yang dilingkar megahnya hutan Gunung Halimun.





Nama Cibuluh sendiri yang berarti pancuran, berasal dari dua suku kata yaitu yaitu CI yang berarti Air atau Cai dalam padanan sunda dan buluh nama lain dari Bambu (Bambusoideae).





Konon menurut cerita masyarakat setempat, dinamakan Cibuluh itu karena pertama kali masyarakat setempat membuka kampung ini dengan membuat saluran air atau pancuran dari Bambu atau awi buluh.





Masyarakat Desa Kiarasari memiliki kesatuan adat kiarasari yang disebut dengan “saaki”. Saaki berasal dari dua suku kata dalam padanan sunda yaitu SA berarti satu dan Aki yaitu kakek atau leluhur, jadi saaki dapat di maknakan satu kakek atau satu keturunan.





Saaki memiliki fungsi sebagai wadah para sesepuh kampung se-Kiarasari untuk membangun komunikasi dan menyamakan presepsi tentang adat, seminggu sebelum seren incu putu (cucu dan keturunan), kasepuhan Desa kiarasari melakukan nyekar tahunan ke kasepuhan Cipatat kolot guna meminta restu.





Desa Kiarsari memiliki kesatuan adat Kiarasari (saaki) berfungsi sebagai wadah para sesepuh kampung se-Kiarasari untuk membangun komunikasi dan menyamakan presepsi tentang adat.





Seminggu sebelun seren incu putu, kasepuhan Desa Kiarasari melakukan nyekar tahunan ke kasepuhan Cipatat Kolot untuk meminta restu.





Selain adat, budaya, tradisi dan perilaku masyarakat keseharian, Magnet wisata Kiarasari lainnya adalah Gunung Manapa yang menyimpan banyak rahasia Halimun.





Kegagahan Curug Kaung yang memiliki gua di dalamnya pun sungai Cidurian merupakan satu dari sekian banyak obyek wisata di kaki Gunung Manapa Desa Wisata Kiarasari.





Jika telah puas menyaksikan salah satu atraksi alam di kaki Gunung Manapa, wisatawan bisa bermalam di areal sekitar Batu Kandang, areal ini dapat menampung 10 tenda yang berkapasitas 8 orang.





Landscape Gunung Manapa yang gagah, aliran sungai Cidurian yang datar dan terlihat tenang ini menjadi suguhan alam gugusan hutan Halimun. Untuk menggapai areal ini wisatawan harus menyusur Sungai Cidurian menuju hulu melewati beberapa rintangan.





Cambuk berduri dari Rotan Badak ini kerap menghalangi langkah wisatawan di atas batu-batuan besar. Beberapa pohon tua seperti pohon Saninten juga turun menjadi portal magis sepanjang perjalanan, sungguh mengasyikan dan menganggumkan.





Sementara Gugusan Halimun sendiri banyak menyimpan cerita rakyat yang berbau mistis dan menjadi daya tarik wisatawan. Salah satunya ada di Gunung para petapa yang belum terjamah peradaban kota, penduduk sekitar menyebutnya Manapa.





Gunung yang dapat di tempuh melalui Desa Kiarasari, Kecamatan Nanggung ini dikenal oleh penduduk setempat yang konon sempat dipakai untuk tempat bertapa orang terdahulu, terdengar memang angker namun sesungguhnya lansekap yang di sajikan oleh manapa begitu sangat indah.(***)


Editor : Administrator
#desa kiarasari #bogor #desa wisata kiarasari