BOGOR-RADAR BOGOR, Curug Pakuan yang terletak di Kecamatan Sukamakmur ini terbilang masih asri. Curug Pakuan merupakan hulu sungai Leuwi Hejo dan beberapa curug di kawasan wisata Sentul, Kabupaten Bogor.
Sebelum sampai di Curug Pakuan, wisatawan bisa bersantai di pinggiran Danau Rawa Cangkuang yang kerap disebut sebagai Ranu Kumbolo-nya Bogor. Curug Pakuan, sebuah tempat wisata alam tersembunyi di pedalaman Sukamakmur.
Curug Pakuan ini menjadi pesona tersendiri bagi para pecinta alam. Terletak di tengah hutan yang masih alami, destinasi wisata alam ini menawarkan tempat wisata dengan suasana yang menyejukkan dan menyegarkan bagi siapa pun yang berkunjung.
Baca Juga: Kopi Koneng, Rekomendasi Tempat Ngopi Asyik Sekaligus Wisata Anti Macet di Bogor
Dengan suasananya yang asri, Curug Pakuan sangat rekomended buat tempat wisata akhir pekan dan lari sejenak dari kesibukan perkotaan yang bising. Air terjun ini masih mempertahankan pesona alam yang alami.
Untuk mencapai kecantikan tempat wisata ini, kamu harus melewati perjalanan yang menantang dan penuh dengan petualangan. Curug Pakuan ini berlokasi di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor.
Dikenal karena keaslian dan kealamian lingkungannya, Curug Pakuan memikat dengan keindahan air terjunnya yang tingginya mencapai 20 meter. Suara gemericik air yang mengalir di tengah hutan hijau menciptakan suasana damai dan rileks bagi pengunjungnya.
Baca Juga: Waspada Melintasi Jalan Bomang, Banyak Beton Retak dan Ambles
Bagi yang ingin merasakan kesegaran alaminya, curug ini juga menawarkan kolam yang cukup dalam untuk berenang. Meskipun tersembunyi, petualangan menuju Curug Pakuan bukanlah hal yang mustahil.
Pengunjung akan melewati perjalanan yang menantang, melalui situ Rawa Gede dan melakukan trekking selama kurang lebih satu jam. Meskipun membutuhkan persiapan fisik dan mental yang kuat, setiap langkah akan terbayar dengan panorama alam eksklusif dan belum banyak dijamah.
Bagi para pencinta alam, Curug Pakuan bisa menjadi tujuan destinasi wisata akhir pekan. Sebuah air terjun alami ini berada di antara puncak Gunung Pakuan dan Gunung Pancaniti.
Ada dua akses jalan yang bisa dilalui para pencinta alam untuk tiba di Curug Pakuan. Paling aman melalui jalur Cibadak. Bagi wisatawan yang hendak ke sana, dapat menggunakan kendaraan melalui Jalan Sukamakmur-Cibadak, lalu berhenti di Kampung Cibakatul.
Selepas itu, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju Kampung Mulyasari. Setelah itu, perjalanan dapat dilanjutkan kembali melintasi Gunung Pancaniti.
Tepatnya di sebuah bukit yang berada di ketinggian 1.037 mdpl. Setelah di Gunung Pancaniti, nantinya dapat melintasi hutan tropis. Dengan menyusuri jalan setapak selebar 30 sentimeter sepanjang 500 meter, tibalah di Lembah Walet.
Sepuluh meter menuju Curug Pakuan, wisatawan harus lebih berhati-hati. Sebab, jalanan terjal juga berbatu. Namun, sepanjang itu pula disuguhkan pemandangan undakan batu raksasa yang membentuk sebuah gua yang dikenal dengan Gua Walet.
Tak jauh dari Gua Walet, kita dapat melihat pemandangan curug yang masih alami. Warna airnya jernih dengan kedalaman turunan air terjun sepaha orang dewasa. Tak hanya itu, di balik air terjun terdapat Gua Maung.(***)
Editor : Administrator