RADAR BOGOR, Di Bogor ada banyak destinasi wisata air terjun atau curug, seperti Curug Payung yang masih dalam satu kawasan dengan Curug Walet.
Keindahan air terjun atau curug ini, menjadikan Bogor sebagai daerah tujuan wisata para pelancong dari wilayah metropolitan seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan sekitarnya.
Selain jaraknya yang dekat dengan Ibu Kota Jakarta, Bogor memiliki keindahan alam yang tiada bandingannya. Terutama destinasi wisata alamnya yang masih asri.
Kalau kamu bosan melancong ke Puncak, bisa bergeser ke wilayah Barat, yakni di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.
Di sini ada banyak destinasi wisata alam air terjun. Salah satunya Curug Payung dan Curug Walet.
Kecamatan Pamijahan yang memiliki perbukitan hijau dan air terjun alami, banyak jadi buruan wisatawan sekitar Jabodetabek.
Curug Payung dan Curug Walet, belakangan ii cukup sering dibicarakan para pelancong.
Curug Walet dan Curug Payung yang terletak di Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor ini viral di media sosial berkat tren konten siluet dan tembusan cahaya di balik celah pohon dan batu.
Untuk sampai ke area Curug Walet, pengunjung harus melewati Curug Payung. Curug Payung ini populer sebagai tempat pemandian dengan pancuran air yang jernih dan menyejukkan.
Banyak wisatawan yang sengaja datang saat waktu terbaik atau golden hour untuk mendapatkan momen foto dan video yang disebut sebagai ‘cahaya Ilahi’ tersebut.
Pada pukul 08.00-10.00 pagi, biasanya cahaya matahari akan menembus dari atas bebatuan curug yang membuatnya estetis sekaligus eksotis.
Namun pada jam setelahnya, Curug Walet tak kalah menyajikan panorama yang indah dengan bebatuan unik diselimuti daun-daun dan lumut hijau.
Untuk mencapai Curug Payung dan Curug Walet, pengunjung mungkin memerlukan sedikit tenaga untuk menuruni banyak anak tangga.
Wisatawan harus melakukan trekking dengan waktu kira-kira 30 menit dari area parkiran menuju ke atas, kemudian kembali turun di arah curug walet.
Selama melakukan trekking, pengunjung akan disuguhkan keindahan perbukitan, ragam flora unik, hingga aliran air deras dari curug di sisi kanan.
Setelah itu, pengunjung harus menuruni banyak anak tangga untuk sampai ke bawah.
Treknya tergolong sederhana dan mudah dilewati. Namun, pengunjung tetap harus berhati-hati saat menuruninya.(**)
Editor : Alpin.