RADAR BOGOR - Setelah Taman Safari Prigen dan Solo Safari, Taman Safari Indonesia menyelenggarakan road show terakhir kompetisi foto dan video satwa International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2024 di Taman Safari Bogor, Kecamatan Cisarua, Sabtu (28/7).
Marcom Manager Taman Safari Bogor, Danang Wibowo mengungkapkan, IAPVC ke-33 yang diselenggarakan mulai 8 Juni hingga 25 Agustus 2024 adalah bagian dari komitmen Taman Safari Indonesia dalam edukasi, rekreasi hingga konservasi.
Taman Safari Indonesia, kata dia, berkomitmen untuk mempromosikan pendidikan publik dan pelestarian satwa liar melalui acara seperti kompetisi ini.
Ia mengungkapkan, Taman Safari Indonesia memperkenalkan kategori baru yang disebut Fhoto Enthusiast, ditujukan untuk peserta berusia antara 10 hingga 18 tahun.
"Tujuan dari kategori ini adalah untuk mendorong generasi muda untuk berpartisipasi dalam upaya konservasi dan menanamkan cinta dan kepedulian terhadap satwa sejak dini," tutur Danang.
Menurut dia, penyelenggaraan kompetisi ini sebagai upaya Taman Safari Indonesia untuk memberi tahu orang tentang pentingnya melindungi satwa dan habitatnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, tahun lalu ada 5.900 peserta dan lebih dari 16.000 karya fotografer dan videografer terdaftar di IAPVC.
Taman Safari Indonesia menargetkan, partisipasi tahun ini mendaftar bisa naik mencapai 7.000 hingga 8.000 peserta serta 17.000 hingga 20.000 karya.
Ia menambahkan, Taman Safari Indonesia dengan bangga menyelenggarakan IAPVC ini sebagai bagian dari komitmen kami untuk rekreasi, pendidikan, dan konservasi.
Taman Safari Indonesia merupakan lembaga yang berkomitmen untuk memberikan pendidikan publik dan pelestarian satwa liar.
Melalui upaya-upaya seperti kompetisi ini, mereka berusaha untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap alam.
Selain itu, Taman Safari Indonesia memperkenalkan kategori baru yang disebut "Photo Enthusiast", yang ditujukan untuk peserta berusia sepuluh hingga 18 tahun.
Tujuan dari kategori ini adalah untuk mendorong generasi muda untuk berpartisipasi dalam upaya konservasi dengan menanamkan kecintaan dan kepedulian terhadap satwa sejak dini.
Kategori kompetisi terdiri dari endemic animal untuk memamerkan keanekaragaman hayati satwa endemik Indonesia serta general untuk menampilkan berbagai jenis satwa liar dari seluruh dunia.
Selain itu, kategori sosial media yang terbuka untuk semua kalangan bukan hanya fotografer profesional.
masyarakat bisa berpartisipasi serta berbagi karya di platform media sosial.
Peserta diundang untuk mengirimkan foto dan video terbaik mereka tentang satwa liar, menangkap keindahan dan esensi kehidupan hewan di dalam taman.
General Manager (GM) Taman Safari Bogor, Lies Yuwati berharap, setiap tahun bisa menemukan semangat dan bakat terbaik para peserta.
"Bukan hanya mengambil gambar yang luar biasa, tapi juga mengembangkan kesadaran terhadap konservasi satwa liar sehingga bisa mengajak orang lain dapat menghargai maupun melindungi alam,” jelas Lies Yuwati, Sabtu (28/7/2024).
Fotografer dan videografer dari segala tingkat keahlian bisa mengikuti kompetisi IAPVC.
Hasil foto dinilai oleh panel fotografer dan konservasionis terkemuka, Jajaran juri kompetisi IAPVC 2024 diisi oleh tokoh-tokoh ternama dalam bidang fotografi yakni Regina Safri fotografer profesional dengan pengalaman luas dalam memotret satwa liar dan alam, Arbain Rambey, fotografer senior yang dikenal atas karya-karya jurnalistik dan dokumenternya.
Selain itu, ada travel blogger dan fotografer terkenal yang kerap membagikan kisah petualangannya melalui media sosial Alexander ‘Amrazing’ Thian.
Baca Juga: Seru! Anak-Anak di Bogor Diajak Kumpulkan Sampah di Lapangan Sempur saat Hari Lingkungan Hidup
Termasuk, Board Member Taman Safari Indonesia Group, Agus Santoso hingga fotografer dan perwakilan dari Canon Datascrip Adam Zagr.
Seperti diketahui, Taman Safari Indonesia merupakan taman rekreasi bertema dan situs konservasi kelas dunia yang ada di 6 lokasi dan 4 resort di Indonesia.
Lebih dari 6 juta orang mengunjungi taman ini setiap tahunnya, mempunyai lebih dari 9.325 satwa dari 409 spesies dan menarik.
Sejak tahun 1980, Taman Safari Indonesia sudah berperan penting dalam merehabilitasi, menyelamatkan hingga melepaskan ribuan Satwa kembali ke alam liar.
Alhasil, Taman Safari Indonesia telah menjadi organisasi konservasi global terkemuka untuk satwa liar endemik Indonesia dan spesies yang terancam punah.
Taman Safari Indonesia sudah mendapatkan 4 sertifikasi internasional serta 20 penghargaan nasional maupun internasional atas upayanya di bidang pariwisata serta konservasi.
Ya, pada bulan April 1986 perjalanan Taman Safari Indonesia dimulai dengan pembukaan area konservasi satwa liar yang pertama, The Great Taman Safari Bogor, di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Selanjutnya, pada bulan Desember 1997 Taman Safari Indonesia melakukan perluasan dengan mendirikan The Grand Taman Safari Indonesia Prigen di Pasuruan, Jawa Timur.
Keberhasilan 2 area konservasi ini menginspirasi Taman Safari Indonesia untuk menciptakan situs tambahan, termasuk The Funtastic Beach Safari di Batang, Jawa Tengah, The Amazing Taman Safari Bali, Jakarta Aquarium & Safari, Solo Safari, yang teranyar Varuna Bali.
Selain itu, Taman Safari Indonesia pun mempunyai sejumlah resort dan hotel seperti Safari Resort, Royal Safari Garden, Mara River Safari Lodge, Gerai Souvenir Safari Wonders hingga Baobab Safari Resort. (*)
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim