RADAR BOGOR, Sumber Daya Alam yang dimiliki Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan.
Para pelancong yang datang ke Desa Bojong Koneng akan disuguhkan panorama alam yang memanjakan mata. Sebab, sepanjang jalan menuju Desa Bojong Koneng ini dikelilingi pegunungan dan pepohonan yang membuat suasana sejuk nan asri.
Bahkan Sekertaris Desa Bojong Koneng, Suganda mengatakan, meski siang hari suasana di wilayahnya itu tetap adem, karena jauh dari polusi udara.
“Bisa dilihat saja kanan kiri jalan itu ada pegunungan, bangunan ya paling rumah-rumah warga. Belum ada bangunan megah,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat (2/7/2024).
Suganda menjelaskan, di Desa Bojong Koneng juga memiliki sejumlah potensi wisata yang wajib dikunjungi wisatawan.
“Kita punya beberapa curug, Curug Leuwih Pangaduan, Curug Aren, Curug Cibingbin, dan Curug Bidadari, jadi kebanyakan kaya wisata air,” jelas Suganda.
Tidak hanya itu, kata Suganda, selain wisata air, di Desa Bojong Koneng memiliki banyak wisata kuliner. Kuliner banyak diburu para pelancong saat datang ke Desa Bojong Koneng.
Seperti Kopi Koneng, para pelancong yang datang untuk kulineran ke desanya. Bukan hanya bisa menikmati makanannya, tapi juga dimanjakan dengan pemandanga hijau di sekelilingnya.
“Sehingga menurut saya, mereka datang itu memang ngincer pemandangan atau view alam, karena kalau makanan mungking sama saja,” paparnya.
Banyaknya potensi wisata di Desa Bojong Koneng memberikan banyak manfaat, khususnya warga setempat karena bisa mendapatkan lapangan pekerjaaan.
“Mereka jadi bisa berjualan saat wisatawaan pada datang, ya itu dibiarkan saja karena untuk kemaslahatan warga juga kan,” jelasnya.
Suganda menegaskan, setiap Sabtu dan Minggu jalanan di Desa Bojong Koneng pasti macet, karena banyak para pelancong yang datang untuk berkunjung.
Suganda berharap Pemkab Bogor bisa membantu untuk memperluas akses jalan menuju lokasi-lokasi wisata di Desa Bojong Koneng.
“Kalau jalan lebar mungkin gak macet, walaupun mobil banyak berdatangan, tapi kalau jalannya lebar Insya Allah bisa terkendali kemacetannya,” tegas Suganda.
Namun Suganda juga tidak lupa mengingatkan kepada para pelancong yang ingin berkunjung ke Desa Bojong Koneng untuk tetap mematuhi norma atau aturan di desa.
“Misalnya saat berkunjung kita sangat menolak orang-orang yang membawa narkoba atau obat terlarang, itu sudah diaturan di undang undang,” tungkasnya.(cr1)
Editor : Alpin.