Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Menuju Puncak Manik Gunung Salak Bogor, Mitos dan Merasaka Sensasi Keindahan Alam Pegunungan yang Menakjubkan

Alpin. • Selasa, 13 Agustus 2024 | 11:05 WIB
Puncak Manik Gunung Salak Bogor.
Puncak Manik Gunung Salak Bogor.

RADAR BOGOR, Kawasan Gunung Salak Bogor, merupakan salah satu lokasi pendakian paling favorit para pecinta alam. Meski keberadaan Gunung Salak ini tidak terlepas dari cerita mistisnya.

Cerita mistis Gunung Salak itu kian populer dikalangan masyarakat dan para pendaki, setelah adanya tragedi jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 RA-36801.

Kecelakaan maut itu terjadi pada Kamis, 10 Mei 2012. Setelah tragedy itu, Gunung Salak semakin dikenal luas dan memiliki mitos tersendiri bagi masyarakat sekitar dan kalangan pendaki.

Namun, bagi para pendaki professional bukan soal mitos yang angker menjadi perhatian mereka, melainkan keindahan dan tantangan yang dapat memacu adrenalin tersendiri.

Bagi para pendaki, menaklukan jalur menuju puncak Gunung Salak yang memiliki ketinggian 2.221 meter dpl adalah tantangan sekaligus kepuasan.

Memang tidak terlalu tinggi, namun medan yang harus dilalui sangat menantang dan menguras tenaga para pendaki Gunung Salak Bogor.

Para pendaki dapat melalui Cimelati. Jalur ini memang paling pendek dan memiliki akses terjal dan menantang.

Jika mendaki saat musim hujan, para pendaki harus bersiaplah berjalan di atas lumpur yang licin.

Dahulu untuk menuju Pos, para pendaki dan wisatawan akan melewati villa besar, namun saat ini pendaki akan diminta untuk memutar, melewati pinggiran kebun yang di sampingnya berupa jurang.

Jalannya cukup nyaman karena sudah diplester beton, sehingga bukan lagi jalan setapak tanah. Namun tetap harus tetap hati-hati, karena jalan di sisi kanannya tidak berpagar.

Melalui jalan ini memakan waktu sekitar 1-2 jam, dan terus berjalan hingga jalan setapak yang masih tanah.

Kamu jangan mengambil jalur terlalu kanan sebelum sampai di hutan pohon damar, karena jalur itu akan menuju ke air terjun. Kecuali jika memang ingin mampir untuk mandi dan menikmati keindahannya.

Setelah berada di hutan pohon damar, artinya kita berada tidak jauh lagi setelah pos 1. Melewati jalan memutar disarankan untuk jalan terus tanpa beristirahat di pos 1 dan bisa berbelok ke arah kanan menuju pos 2.

Menuju pos 2, kita tidak akan menemui persimpangan, jalur ini mulai licin dan menanjak, namun tidak ekstrim.

Berjalan kurang lebih 1 jam menuju pos 2, akan menjumpai pos bayangan yang tidak terlalu luas dan disini bisa mendirikan tenda dalam keadaan darurat.

Suasana lingkungan vegetasi semakin rapat, lembab, udara cukup dingin, serta kabut sering datang menyelimuti.

Nah, untuk mencapai pos 3, menempuh waktu sekitar 2 jam dan melewati banyak persimpangan.

Kamu harus fokus pada jalur lurus, dan tidak mengambil jalan setapak ke arah kanan ataupun kiri.

Lihat saja jejak pendaki yang sudah melewatinya, karena ini bisa menjadi petunjuk.

Di pos 3 terdapat mata air melalui saluran pipa, kita bisa mempersiapkan persediaan air untuk di atas, karena menjadi sumber air terakhir.

Melanjutkan perjalanan menuju pos 4 sekitar 90 menit, rintangannya cukup berat, tanjakannya cukup memakan tenaga.

Selain itu, kabut sering turun cukup tebal, makanya para pendaki mesti sabar dan mengurangi waktu beristirahat.

Karena tidak disarankan beristirahat lama di tempat yang lembab, hanya membuat badan akan terasa semakin dingin.

Sesampainya di pos 4, para pendaki bakal menemui tanah datar yang cukup luas, bisa untuk mendirikan beberapa tenda.

Menuju pos 5 dengan rintangan yang masih sama, tidak jauh berbeda dengan jalur sebelumnya dan memakan waktu sekitar 2 jam.

Sebelum pos 5, ada tanah datar yang cocok untuk mendirikan tenda, sebelum melakukan summit attack.

Pasalnya, di pos 5 dan pos 6 kita tidak akan bisa mendirikan tenda.

Pos 5 dan pos 6 merupakan pos di jalur setapak dengan ukuran sangat kecil. Dari pos 5 menuju pos 6 kita akan menempuh sekitar 60 menit.

Dari pos 6 menuju puncak manik salak 1 dengan ketinggian 2.211 mdpl akan ditempuh sekitar 90 menit. Jalur yang akan dilewati semakin berat, jalan setapak semakin kecil, dan licin.

Pertama kali menginjakan kaki di Puncak Manik, maka akan terlihat makam Mbah Salak. Untuk sebagian orang, Puncak Manik Gunung Salak adalah tempat keramat yang sering didatangi peziarah.

Puncak Manik Gunung Salak 1 adalah dataran yang luas, sehingga cukup banyak pendaki yang memilih untuk mendirikan tenda.

Jika beruntung, matahari pagi yang disuguhkan di Puncak Manik Gunung Salak adalah pemandangan Gunung Gede dan Pangrango.(*)

Editor : Alpin.
#Puncak Manik #pendakian #gunung salak bogor