RADAR BOGR, Curug Mariuk, merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menyimpan keindahan luar biasa, karena kolamnya sangat jernih dan berwarna biru.
Air terjun Curug Mariuk ini pernah dikunjungi artis cantik Aurelie Moeremans. Nama Curug Mariuk yang masih masuk Kawasan wisata Sentul, Kabupaten Bogor, ini memang tidak sepopuler Curug Bidadari.
Nama Curug Mariuk ini memang terdengat asing, namun akses untuk menuju spot utamanya pun nggak sembarangan. Butuh usaha ekstra agar bisa menikmati jernihnya kolam Curug Mariuk.
Di daerah Sentul, Kabupaten Bogor, memang terdapat banyak air terjun atau curug dengan ciri khas dan keindahan yang berbeda.
Bagi para pengemar wasata alam, Curug Mariuk merupakan lokasi favorit untuk melakukan trekking.
Trekking merupakan satu-satunya cara yang harus dilakukan para wisatawan sebelum tiba di Curug Mariuk, dengan estimasi waktu sekitar 20 hingga 30 menit.
Jalanan yang berbatu dan masih berupa tanah merah, merupakan jalur yang akan kamu lewati menuju lokasi air terjun Curug Mariuk.
Kamu bakal melalui jalanan berupa tanjakan dan turunan yang lumayan berliku. Curug Mariuk ini bisa dibilang surga tersembunyi dipedalaman Sukamakmur, Bogor.
Namun pemandangan yang tersaji merupakan hamparan keindahan menyejukkan bakal kamu nikmati sepanjang perjalanan.
Semakin mendekati area Curug Mariuk, suara deburan airnya terdengar semakin jelas.
Pada saat di perjalanan menuju Curug Mariuk kamu akan bertemu sebuah persimpangan yang menunjukkan Curug Mariuk dan Curug Romantis.
Curug Mariuk ini berada tak jauh dari Curug Hordeng, tepatnya di Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rute trekking menuju Curug Mariuk, yakni melalui Citeureup, terus melaju sampai tiba di Pasar Citeureup kemudian ke Kecamatan Sukamakmur.
Terus lurus sampai di pertigaan jalan belok ke kiri, dan lanjutkan perjalanan menuju Bukit Masigit lalu belok kiri.
Ada rute terdekat menuju Curug Mariuk, yakni melewati Jonggol. Setelah berada di persimpangan Jonggol, arahkan kendaraan menuju persimpangan Leuwi Hejo kemudian menuju persimpangan Cibadak.
Akses jalan mendekati Curug Mariuk berupa tanjakan berbatu dan sangat tidak mudah untuk dilalui kendaraan.
Apalagi menggunakan mobil cukup berbahaya dan tidak savety. Setelah memarkirkan kendaraan di area sudah disediakan, kamu harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Harga Tiket Masuk (HTM) Curug Mariuk masih cukup terjangkau, yakni Rp 20.000 per orang. Namun, HTM ini bisa berubah ya sesuai kebijakan pengelola.
Curug Mariuk dibuka selama 24 jam nonstop mulai Senin hingga Minggu. Namun, mengingat trekkingnya melalui jalanan tidak rata maka sebaiknya jangan terlalu sore untuk menghindari kemalaman di perjalanan.
Meskipun lokasi sulit dijangkau, fasilitas yang tersedia di Curug Mariuk sudah terbilang cukup lengkap.
Trekking di sini, kamu gak perlu khawatir perutmu keroncongan, karena ada warung-warung makanan di atas Curug Mariuk.(*)
Editor : Alpin.