RADAR BOGOR - Harı ını adalah senin tanggal 26 agustus 2024, karena masih di Istanbul Turki, kembali kami mengunjungi tempat para wisman berkunjung untuk untuk menikmati keindahan destinasi wisata lain di Istanbul ini, menggunakan waktu yang tersisa sebelum kami melanjutkan perjalanan untuk melaksanakan ibadah umrah di tanah suci bersama kelompok bimbingan umrah dan haji Bayt el Hikmah di tanggal 27 Agustus 2024.
Mengawali perjalanan kali ini kami menuju dermaga atau pelabuhan fery di tengah kota Istanbul. Beberapa referensi menyebutkan bahwa Istanbul adalah satu-satunya kota di dunia yang ada di dua benua, yaitu sebagian masuk di benua Eropa dan sebagian lagi masuk di benua Asia yang dipisahkan oleh selat namanya Bosphorus, dan ternyata pihak tourism Istanbul menyediakan perjalanan wisata dengan kapal fery untuk berkeliling di dua benua ini.
Mumpung masih di Istanbul, maka kami mencoba berkeliling di dua benua ini.
Karena ia tempat wisata, maka pengujung harus beli tiket terlebih dahulu sebelum naik ke kepala fery dengan menggunakan kartu (semacam e-money).
Setelah itu kami naik dan langsung ke lantai atas kapal, tidak terlalu besar, dengan konsep terbuka yang dibatasi pagar besi, setelah di atas, kami pikir beberapa menit lagi bisa langsung berangkat, karena tidak ada antrian ketika memasuki kapal fery, tapi ternyata kayak angkot juga, naiknya ngga antri, tapi ia ngetem dan petugasnya memanggil-manggil calon penumpang atau menawarkan pada orang yang lewat untuk keliling dengan kapal.
Ada sekitar satu jam lebih menunggu di atas kapal, namun pengunjung tidak bosan karena bisa menyaksikan kapal fery atau kapal lain yang sedang lewat, datang dan pergi di sekitar dermaga ini, dan ini memang salah satu selat terpadat di dunia, di samping selat Malaka, karena menjadi urat nadi penting lalu lintas kapal dari laut hitam menuju laut Mediterania, hal ini di dukung dari kedalaman selat ini, terlihat dari air lautnya yang berwarna biru tua menandakan bahwa selat ini cukup dalam, di sampaing itu, banyak warga yang memancing ikan dipinggirkan selat ini.
Setelah menunggu lebih dari satu jam, akhrinya kapal fery ini mulai bergerak menandakan ia akan berlayar mengelilingi dua benua.
Setelah kapal fery ini berjalan menelusuri, para penumpang terpesona dengan pemandangan yang luar biasa oleh hiasan lampu-lampu kota dan lampu hiasan istana serta lampu masjid-masjid khas Turki membuat para penumpang kapal fery langsung beranjak dari tempat duduknya untuk menyaksikan dan mengabdikan pemandangan yang menawan tersebut, ditambah dengan pancaran sinar matahari menjelang tenggelamnya atau Sunset yang menambah kilauan lampu-lampu kota yang sangat cocok untuk objek fotografi, baik di sisi Asia maupun di sisi Eropa.
Selama perjalanan, di samping disuguhi pemandangan lampu-lampu kota yang berkilau, penumpang juga diajak bermain oleh ratusan burung yang terbang di sekitar kapal fery ini, apalagi jika diberi makanan, ia akan berkumpul sehingga menjadi objek fotografi canti yang mungkin tidak ditemukan ditempat lain.
Pemandangan lain yang terlihat selama perjalanan di tengah selat, ternyata banyak kapal fery yang digunakan untuk pesta pernikahan, atau mungkin ulang tahun atau pesta lainnya, terlihat dari penumpangnya yang berpakaian pesta dan menari-nari menikmati musik yang tersaji di kapal fery tersebut, dan memang cocok karena di selat ini ombaknya kecil, sehingga tidak membuat mabuk penumpangnya.
Sepanjang perjalanan di atas kapal fery, penumpang juga bisa menikmati kopi atau teh khas Turki yang dijual di atas kapal, menikmati secangkir kopi di atas kapal fery ini disertai tiupan angin laut membuat perjalanan berkeliling dua benua ini sangat menarik dan mengesankan.
Akhirnya setelah berkeliling lebih dari satu jam, kapal fery kembali ke dermaga awal dengan menelusuri sisi sebelahnya, sehingga menampilkan pemandangan yang berbeda pada saat berangkat, dan waktu menunjukkan pukul 20 lewat beberapa menit, kami turun dan kembali ke tempat penginapan untuk istirahat dan siap-siap untuk esok hari akan melanjutkan perjalanan untuk ibadah umrah di tanah suci Makkah.
Sajian cerita pendek lawatan ke turky juga berakhir, apa yang kami sajikan selama di Turki ini hanya sekedar untuk memantik, mudah-mudahkan bisa melaksanakan ibadah umrah sekaligus menyempatkan mampir di Istanbul Turky kalau ada waktu untuk menambah pengetahuan tentang sejarah kejayaan peradaban Islam di era ottoman, semoga.
Perjalanan selama di Turky ini dipandu oleh Nur Abdi mahasiswa Indonesia di Turky bersama Tim Kanka Abadi sebagai event organizer wisata di Turki.
Salam hangat dari Istanbul Turky. (*)
Arsyad
Tour Leader Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah Bayt el Hikmah.
Dosen ITB Vinus Bogor.
Editor : Lucky Lukman Nul Hakim