RADAR BOGOR - Kampung Budaya Sindang Barang Bogor, saat ini sudah menjadi destinasi wisata yang wajib banget untuk dikunjungi oleh seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus warga Kota Bogor.
Pasalnya, Kampung Budaya Sindang Barang Bogor ini menawarkan nuansa berbeda dengan destinasi wisata pada umumnya.
Adapun destinasi wisata yang ditonjolkan oleh Kampung Budaya Sindang Barang ini yaitu mengenalkan para pelancong tentang kehidupan Suku Sunda tradisional di Bogor.
Sehingga jika para pelancong yang ingin wisata sambil mengenal kehidupan masyarakat suku sunda tradisional maka Kampung Sindang Barang menjadi tempat yang paling recomended.
Sebab Kampung yang terlatak di, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari ini, ternyata kampung tertua yang ada di Bogor.
Pupuhu Kampung Budaya Sindang Barang, Maki Sumawijaya menuturkan, banyak bukti yang menerangkan bahwa lokasi ini merupakan kampung tertua yang ada di Bogor.
“Bisa dibuktikan dengan berita naskah pantun Bogor, yang mangatakan bahwa di Sindang Barang abad ke 12 sudah ada tempat peribadatan adat sunda, dan itu juga terbukti dengan adanya lebih kurang 33 titik, bukit berundak,” jelas Maki.
Tidak hanya itu, kata Maki, penonabatan Kampung Budaya Sindang barang sebagi kampung tertua di Bogor juga dibuktikan dengan, adanya naskah babat pajajaran yang menceritakan bahwa di Sindang Barang terdapat satu kraton yang bernama, Kraton Surabima.
Dan Kraton Surabima ini, merupakan tempat tinggal putra mahkotanya Raja Sunda, yang bernama Surabio Panji Wirajaya, dan adiknya Dewi Kentring Manik yang merupakan istri dari Prabu Siliwangi.
Namun, kata Maki, Kraton tersebut sempat hancur lebur lantaran terjadi perang besar antara kerajaan Banten, Kerajaan Demak dan Cirebon.
Akhirnya akibat pertempuran itu, kata Maki warga yang semula tinggal di kampung ini pergi melarikan diri ke Sukabumi Selatan mengikuti jejak sang Raja yakni Prabu Siliwangi.
Setelah keadaan dirasa aman, raja yang saat pergi ke Sukabumi dikawal oleh para pasukan pengaman atau yang disebut dengan Pati, pergi kembali ke kampung Sindang Barang.
Salah satu patu atau pengawal raja itu bernama Ki Murwa Arih, dan kata Maki beliaulah yang kembali menghidupkan budaya budaya suku Sunda di Kampung ini.
“Tepatnya setelah 32 tahun kerajaan pajajaran hancur, lalu disini mulai timbul lagi upacara adat yang dulu pernah tidak ada, dan itu turun temurun sampai pada zaman kake saya, dan dia terakhir sebagai kepala adat,” jelas Maki.
Akan tetapi, Maki mengungkapkan saat kakenya meninggal, upacara adat termasuk rumah rumah adat yang ada di Kampung Budaya Sindang barang ini mulai ditinggalkan oleh masyarakat sekitar.
Nah pada tahun 2007, lanjut Maki, rumah adat itu mulai dibangun lagi dengan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor.
“Setelah itu dibangun, kemudian kita gunakan upacara adat lalu kami terfikir untuk menjadikannya wisata, karena bangunan bangunan ini kan butuh pemeliharaan jadi kita tidak ada bantuan dari pemerintah akhirnya secara swadaya,” ungkap Maki.
Maki berharap, adanya Kampung Budaya Sindang Barang ini dapat mengembalikan rasa cinta masyarakat terhadap kebudayaan yang ada di Bogor. (cr1)
Editor : Yosep Awaludin